Yogyakarta, BMon | Berita Merdeka Online – Sleman kru BMonline berkunjung ke Rumah makan “Pelem Golek”,bertemu dengan Thomas Agus (owner), Selasa 22-06-21

Cuaca di luar masih mendung pekat pertanda akan hujan sehingga team BM di persilahkan masuk dan di ajak minum wedang anti corona (cengkeh, sereh, kolang kaling) hasil karya Gus thom panggilan favouritenya.
Ketika team menanyakan kiat-kiat khusus mempertahankan Rumah makan, Gus thom mulai berpikir seolah olah ingatannya kembali ke masa tahun 90 an.

Ketika memulai membangun rumah makan di jogonegaran jogja gus thom merugi sekitar 75 jt an. Seolah tidak kapok Agus membuka kembali di jl. kaliurang, dengan konsep Pujasera dengan menu steak, kambing dan sate namun malang tak dapat ditolak untung tak dapat di raih Gus thom menderita kerugian sekitar 750 jt dalam 2 th. Hidup harus berguna bagi orang lain ” kata Agus.

Dengan berbekal hasil penjualan rumah, pria perkasa ini membuka kembali Rumah makan di jalan Tentara rakyat palagan namun dengan konsep berbeda dari sebelumnya, kembali Agus menunduk dan ingatannya kembali menerawang waktu lalu.
Aku harus berhasil dan berguna bagi orang lain “papar Agus.

Menurut Agus ada 2 hal yang menyebabkan Rumah makan gagal yaitu : intern dan exstern.

Intern :
Bagaimana Cara me manage anak buah, Cara me manage pelayanan, Cara me manage lokasi dll

Exstern :
pilih lokasi, Persaingan Berat.

Berdasarkan pengalaman yang banya, di lakukan Agus adalah standarisasi makanan yang di mana rasa makanan itu tidak akan berubah/tergantung mood yang masak.
Dengan mengutamakan kepuasan pelanggan. dalam pelayanan dengan memakai jargon

“gemar makan ikan nyok, Makan ikan yang enak, sehat dan segar” , rumah makan Pelem golek mulai ada peningkatan, pengunjung meningkat.

Berdasarkan pengalaman sebagai chef di beberapa rumah makan di jogja, Agus mulai berkreasi dengan masakan ikan bakar sahara, ikan bakar pasir karena lebih mengutamakan rasa dan kualitas maka segmen RM “Pelem golek” untuk kalangan menengah ke atas namun tidak menutup untuk kalangan menengah ke bawah.”papar Agus Thomas.

Pria yang sudah berusia 70 th lebih dan cukup kenyang dengan kemiskinan, sempat berkata pada team bahwa kita harus menjadi :
1. Yang pertama
2. Yang terbaik
3. Yang lain dari lain

Sebelum berpamitan team BM online di ajak untuk mencicipi hidangan dari Pelem golek.
Sebelum berpisah Agus Thomas memberikan kiat kiat dalam hidupnya :
Kalau kita lemah maka keadaan yang makan kita. Kalau kita kuat maka keadaan yang akan mengalah.

Terima kasih, Gus Thom Tuhan selalu memberkatimu (Agus Yogyakarta)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.