BANJARNEGARA, Berita Merdeka Online – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara kini menerapkan sistem kartu penerima bantuan bagi para korban atau penyintas bencana longsor di Situkung, Kecamatan Pandanarum.
Inovasi ini dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan lebih tertib, akurat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Adhe Benny Araneta, Wakil Koordinator Lapangan Pos PMI Banjarnegara, menjelaskan bahwa kartu tersebut berfungsi sebagai alat validasi sekaligus pengendali distribusi.
Melalui kartu ini, petugas dapat mencatat setiap bantuan yang telah disalurkan kepada penyintas secara lebih sistematis.
“Tujuan utama penggunaan kartu ini bukan untuk mempersulit, melainkan agar seluruh proses pelayanan berjalan sesuai prosedur, tertib, dan mudah dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, kualitas pelayanan dapat terus terjaga,” ungkap Adhe.
Ia menambahkan, pengisian kartu didasarkan pada hasil asesmen langsung di lapangan. Seluruh bantuan kemudian disalurkan sesuai daftar kepala keluarga yang telah diverifikasi.
Metode ini, menurut Adhe, memastikan bantuan tepat sasaran, tepat guna, dan benar-benar bermanfaat bagi para penyintas.
“Setiap barang yang keluar dari gudang logistik kini tercatat dengan jelas—mulai dari jenis, jumlah, lokasi tujuan, hingga petugas yang mendistribusikannya. Penerapan sistem ini sudah berjalan sekitar satu pekan dan terbukti lebih efektif dalam pengawasan,” tambahnya.
Sementara itu, petugas asesmen PMI Banjarnegara, Intan Nurhalimah, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (3/12) masih terjadi perpindahan penyintas ke beberapa lokasi baru, sehingga pihaknya harus terus melakukan validasi data setiap hari.
Kondisi ini cukup menyulitkan, terutama ketika warga pindah tanpa memberikan informasi kepada posko induk maupun Pos PMI yang bertugas melakukan pendataan.
“Kami sangat berharap setiap perpindahan dilaporkan kepada petugas, agar keberadaan para penyintas terdeteksi dan proses distribusi bantuan tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Untuk memperluas akses informasi, Pos Lapangan PMI di Pandanarum juga telah membuka layanan hotline melalui WhatsApp di nomor 085 702 019 210.
Nomor tersebut telah disebarkan di berbagai titik pengungsian dan lokasi strategis, sehingga para korban dapat menghubungi PMI kapan saja jika membutuhkan bantuan atau informasi terkait pelayanan darurat. (lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan