SEMARANG, Berita Merdeka Online – Semangat kebersamaan warga Nahdlatul Ulama di wilayah Ungaran Timur kembali menguat melalui kegiatan syiar yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU.

Dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, organisasi perempuan NU tersebut menghadirkan penceramah nasional, Ustazah Mumpuni Handayayekti, yang dikenal dengan dakwahnya yang sejuk dan mudah diterima berbagai kalangan.

Ketua PAC Muslimat NU Ungaran Timur, Siti Rochmah, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong masyarakat, khususnya warga NU, agar semakin solid dan terlibat dalam berbagai program keorganisasian.

Ia menilai bahwa kehadiran sosok Ustazah Mumpuni menjadi energi positif bagi jamaah yang hadir dari berbagai dusun dan ranting.

“Acara syiar kali ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan warga NU. Kami ingin Nahdliyyin di Ungaran Timur semakin aktif dan merasa dekat dengan kegiatan organisasi,” ujar Siti saat ditemui di lokasi acara yang berpusat di halaman Gedung Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Ungaran Timur.

Ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut semula dijadwalkan pada bulan Rabiul Awal, sesuai tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun, beberapa kendala teknis membuat jadwalnya mundur.

Setelah berkoordinasi dengan manajemen baru Ustazah Mumpuni, barulah acara dapat direalisasikan.

“Alhamdulillah kendala sudah teratasi, dan kegiatan akhirnya bisa terlaksana dengan baik,” tambahnya.

Sejak pelantikan pengurus pada tahun sebelumnya, PAC Muslimat NU Ungaran Timur telah menjalankan berbagai program penguatan organisasi.

Beragam agenda keagamaan dan sosial terus digalakkan, mulai dari pengajian rutin, rapat koordinasi, hingga aksi sosial seperti santunan anak yatim dan pemberdayaan ekonomi ibu-ibu anggota.

Kegiatan tersebut tidak hanya didukung oleh dana iuran anggota, tetapi juga mendapat sokongan dari Lazisnu.

Ketua MWCNU Ungaran Timur, Sokhis MT, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menyebut bahwa jumlah jamaah yang hadir bahkan melebihi target awal panitia.

“Kami menargetkan 1.500 peserta, tetapi yang datang lebih banyak dari itu. Ini bukti bahwa Muslimat dan badan otonom NU lainnya semakin solid dalam menjalankan kegiatan,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Ustazah Mumpuni mengingatkan jamaah untuk tidak melupakan rasa syukur dalam kondisi apa pun.

Ia menegaskan bahwa nikmat Allah hadir dalam berbagai bentuk, termasuk turunnya hujan yang kadang menghambat aktivitas namun membawa keberkahan bagi kehidupan.

Selain itu, ia berpesan kepada para kader IPPNU, Fatayat, dan Muslimat untuk memperhatikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, menjadi perempuan shalihah bukan hanya soal penampilan atau menutup aurat, tetapi juga bagaimana menjaga tutur kata, perilaku, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Ustazah Mumpuni turut mengajak masyarakat untuk membiasakan sedekah sesuai kemampuan masing-masing.

Ia mengingatkan agar tidak berlaku seolah tidak mampu ketika Allah telah memberikan rezeki yang cukup.

“Sedekah itu bukan soal jumlah, tetapi keikhlasan. Jadikan sedekah sebagai kebiasaan yang membawa keberkahan,” pesannya. (lim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.