SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir di wilayah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang melalui proyek normalisasi dan pelebaran Sungai Plumbon.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, Sudarto, mengatakan kapasitas Sungai Plumbon saat ini sudah tidak mampu menampung debit air akibat penyempitan badan sungai serta kerusakan di wilayah hulu.

Menurutnya, solusi penanganan tidak cukup hanya melalui normalisasi, tetapi juga pelebaran sungai secara menyeluruh.

“Tidak cukup hanya normalisasi, sungai harus dilebarkan agar kapasitas aliran air meningkat,” ujar Sudarto saat mendampingi peninjauan banjir di Semarang, Selasa (19/5).

Dalam rencana tersebut, lebar Sungai Plumbon akan ditingkatkan dari sekitar 10 meter menjadi 25 meter. Proyek itu menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir jangka panjang setelah tanggul sungai kembali jebol dan merendam permukiman warga di wilayah Kecamatan Tugu.

BBWS Pemali-Juana mencatat Sungai Plumbon telah mengalami tujuh kali kejadian banjir besar dengan total 18 titik tanggul jebol dalam beberapa tahun terakhir.

Sudarto menjelaskan, proyek penanganan juga mencakup pembebasan lahan di sepanjang bantaran sungai. Hingga saat ini, sejak 2024 pemerintah telah membebaskan 92 bidang lahan dari total sekitar 318 bidang yang dibutuhkan untuk mendukung pelebaran sungai.

“Sisanya akan kembali kami usulkan melalui anggaran pemerintah pusat agar penanganan bisa berjalan bertahap,” katanya.

Panjang Sungai Plumbon yang direncanakan untuk dinormalisasi mencapai sekitar 22 kilometer dengan fokus pada titik-titik rawan limpasan air dan tanggul yang kerap jebol.

Sementara itu, Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh percepatan proyek tersebut karena dinilai menjadi solusi permanen untuk mengurangi risiko banjir di kawasan barat Kota Semarang.(day)Tinjauan Banjir di Mangkang Kulon