Kabupaten Semarang — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, resmi berakhir. Penutupan dipimpin langsung Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., Kamis (13/8/2026).

Upacara penutupan berlangsung khidmat sekaligus penuh suasana kebersamaan. Sejumlah unsur turut hadir, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga masyarakat Desa Cukil.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi gambaran kuatnya sinergi dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan. TMMD menjadi salah satu ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung.

Selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-129, Satgas bersama masyarakat mengerjakan berbagai sasaran fisik dan nonfisik. Di antaranya pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan sarana dan prasarana umum, fasilitas ibadah, pembangunan akses jalan, sarana air bersih serta kegiatan sosial dan penyuluhan.

Namun, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut turut memperkuat hubungan antara prajurit TNI dengan masyarakat.

Warga dan personel Satgas berbaur dalam berbagai kegiatan. Mereka bekerja, bergotong royong dan saling membantu menyelesaikan sasaran pembangunan. Interaksi tersebut melahirkan rasa kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan utama TMMD.

Dalam momentum penutupan, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan TMMD Reguler ke-129.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, Forkopimcam dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., bersama seluruh personel Satgas, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Cukil atas dukungan dan kebersamaan selama pelaksanaan TMMD.

“Dukungan masyarakat, baik tenaga, pikiran maupun semangat gotong royong, menjadi bagian penting dalam menyelesaikan seluruh sasaran TMMD,” demikian pesan yang disampaikan jajaran Satgas.

Penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. Justru, setelah program selesai, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat berbagai hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas kehidupan warga Desa Cukil.
Berakhirnya TMMD Reguler ke-129 meninggalkan lebih dari sekadar jalan, rumah dan berbagai fasilitas lainnya. Program tersebut juga meninggalkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah tumbuh antara TNI dan rakyat.

Semangat “Dari Rakyat, Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat” diharapkan terus hidup di Desa Cukil. Dengan kebersamaan yang terjaga, masyarakat bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait dapat melanjutkan pembangunan menuju desa yang semakin maju, mandiri dan sejahtera.
Reporter: Ikhsan


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.