SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan penghargaan kepada sejumlah sosok yang dinilai berjasa bagi Kota Semarang dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang melibatkan generasi muda untuk menghargai pengabdian, prestasi, dan keteladanan berbagai kalangan.
Penghargaan diberikan kepada 34 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang yang memasuki masa purna tugas mulai 1 November 2026, dua operator alat berat yang membantu pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang, atlet peraih medali emas pertama Kota Semarang pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026, serta pemenang Festival Dalang Anak dan Remaja tingkat Kota Semarang.
Agustina menyampaikan, apresiasi tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kontribusi orang-orang yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat.
“Keteladanan dan integritas para senior ini akan menjadi fondasi yang kokoh sekaligus estafet yang berharga bagi generasi muda untuk melanjutkan pembangunan Kota Semarang,” ujar Agustina, seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Balaikota Semarang, Rabu (28/10).
Dua operator alat berat, Sutrisno dan Zaenu, menerima penghargaan atas keberanian mereka menjangkau titik-titik api di TPA Jatibarang, termasuk medan yang sulit dijangkau, untuk membantu proses pemadaman bersama tim pemadam kebakaran Kota Semarang.
“Saya sangat mengapresiasi pengabdian keduanya yang tetap berupaya memadamkan api ketika situasi di lapangan penuh tantangan. Ketika api membesar mereka berdua terus-menerus memadamkan api sampai kelelahan, untungnya mereka tidak sampai sakit,” tutur Agustina.
Penghargaan juga diberikan kepada Livia Stevenson Prabawa, peraih medali emas pertama Kota Semarang pada cabang olahraga hapkido di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Sementara itu, pada bidang seni dan budaya, juara pertama kategori anak diraih Dafandra Aradhana Djuanda dari Sanggar Punokawan melalui lakon Dewaruci. Juara pertama kategori remaja diraih Muhammad Faiz Dwi Prasetya dari Sanggar Sindhu Laras melalui lakon Gathutkaca Jedhi.
“Keberadaan dalang muda penting untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional sekaligus menyiapkan generasi penerus bagi dalang senior,” katanya.
Ia juga menyoroti karakter pemuda Semarang yang kritis, responsif, dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah kota, termasuk pengembangan literasi.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda perlu menjadi ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya mengenang ikrar persatuan, tetapi juga menciptakan kegiatan dan gerakan yang relevan dengan kebutuhan zamannya.
“Menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, saya berharap generasi muda semakin berperan dalam merancang kegiatan dan memberikan karya nyata bagi Kota Semarang maupun Indonesia,” pungkasnya.(day) 
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan