SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemikiran dan gagasan tokoh-tokoh yang telah berjuang dan mengharumkan nama Kota Semarang kini diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Mereka yang Berjuang untuk Semarang.” Buku ini tidak hanya mengulas biografi, kiprah, dan prestasi para tokoh, tetapi juga menyajikan pemikiran mereka yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Hal ini disampaikan oleh mantan Pemimpin Redaksi “Suara Merdeka,” Gunawan Permadi, dalam peluncuran dan diskusi buku tersebut yang berlangsung di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang, Sabtu malam 10 Agustus 2024. Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya seperti Ketua Satupena DKI Jakarta, Nia Samsihono, Direktur Rumah Pohan, Sylvie Probowati, dan Ketua Seksi Literasi Kebudayaan Satupena Jateng, Johanes Christiono. Diskusi dipandu oleh Pemimpin Redaksi “Suarabaru.id,” Widiyartono.

Gunawan Permadi mengapresiasi penerbitan buku fisik ini di tengah maraknya era digital. Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah penting untuk melestarikan warisan intelektual para tokoh Semarang dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Sementara itu, Nia Samsihono mengungkapkan bahwa buku ini lahir dari ide yang muncul saat Sylvie Probowati, yang memiliki banyak dokumentasi koran dan buku langka, ingin mengadakan pameran. Untuk meramaikan pameran tersebut, Nia bersama Sylvie dan Satupena Jawa Tengah menginisiasi penerbitan buku ini.

Nia menekankan bahwa buku ini hadir untuk mengisi kekosongan informasi mengenai tokoh-tokoh Semarang, terutama bagi generasi muda yang sering kali kesulitan mencari informasi terkait. Dengan adanya buku ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan panduan lengkap dan inspirasi dari tokoh-tokoh yang pernah berperan penting dalam memajukan Semarang.

“Saya pun melakukan koordinasi dengan Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie. Muncullah ide penerbitan buku Mereka yang Berjuang untuk Semarang ini. Buku yang berisi profil para tokoh yang berkiprah, berjuang, mengharumkan, dan memiliki peran penting untuk memajukan Semarang. Baik yang masih hidup maupun telah meninggal,” ujarnya.

Acara peluncuran buku ini dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah, yang diwakili oleh Kepala Layanan Perpustakaan, Listyati Purnama Rusdiana. Dalam sambutannya, Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penerbitan buku ini. Ia juga menyebutkan bahwa buku ini masih memiliki kekurangan karena belum memuat semua tokoh penting. Oleh karena itu, rencana penerbitan seri berikutnya akan dilanjutkan.

Selain peluncuran buku, acara ini juga menyertakan Lokakarya Penciptaan Puisi dan Lagu Melalui Asistensi AI. Workshop ini dipandu oleh Nia Samsihono, Sekretaris Satupena DKI Jakarta Dwi Sutarjantono, dan creator digital Heni Andajani. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong para penulis agar lebih kreatif dengan bantuan kecerdasan buatan.

Sebagai rangkaian dari pameran koran langka, Satupena Jawa Tengah juga akan meluncurkan buku antologi puisi berjudul “Ning Nong Ning Gung Gong—Mantra sang Pendamba” pada 11 Agustus 2024.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.