Asahan, Beritamerdekaonline.com – Dengan aksi berjalan kaki turun kejalan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) kini tiba di Kota Kisaran, tepatnya di depan Kantor Bupati Asahan, sekitar pukul 17:30 WIB, yang dipimpin Dewan Pembina SPSB Haris Wiyono dan Kordinator Lapangan (Korlap) SPSB Efendi Surbakti, Kamis (3/7/2020).

Korlap SPSB Efendi Surbakti kepada awak media menyampaikan keberangkatan para petani ini di iringi beberapa kendaraan yakni 3 (tiga) Unit Truck Colt Diesel, 2 (dua) Unit Mobil Pick Up dan Mobil Pribadi 4 (empat) Unit, yang digunakan untuk hal-hal keperluan siaga dan dijadikan Ambulance.

” Terhitung dalam pengangkutan kami, sekitar 9 (sembilan) kendaraan pribadi yang dijadikan Ambulance”, jelas Korlap SPSB.

Sementara itu di tempat yang sama Dewan Pembina SPSB Haris Wiyono menjelaskan, ketika melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Simpang Datuk, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, para aksi/petani yang berjumlah 170 orang yang tergabung dalam SPSB akan menuju Ibu Kota Jakarta untuk bertemu Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) guna menuntut keadilan dan menyampaikan keluhan petani.

” Terkait dengan permasalahan lahan mereka/petani yang digarap oleh PTPN II,” terang Pembina SPSB.

Dikatakan Haris Wiyono, awal kami berangkat/dimulai pada 25 Juni 2020 tepatnya Hari Kamis, dan kami berangkat atas dasar untuk memperjuangkan hak-hak kami yang telah terdzolimi.” pungkas Dewan Pembina SPSB.

Camat Kecamatan Kota Lukman Hakim, SAg, berdasarkan instruksi Bupati Asahan H. Surya, BSc, yang merasa prihatin mengatakan pada awak media, Kita akan memfasilitasi para petani tersebut dalam masa perjalanan diwilayah hukum Kabupten Asahan.

” Perintah langsung Bapak Bupati Asahan kepada jajarannya, agar memfasilitasi para petani ini untuk daerah Asahan. Setiap Camat akan mengawal mereka sampai batas-batas di Kecamatan tersebut dengan titik akhir perbatasan Kabupaten Asahan,” Ucap Camat Kota Kisaran Barat.

Selanjutnya, Camat Kota Kisaran Barat mengatakan, bahwa Pemkab Asahan turut prihatin dengan aksi para petani SPSB yang menuntut keadilan dan Pemkab Asahan akan mendukung dengan cara memberikan fasilitas yang dibutuhkan, Untuk beberapa jam Pemkab Asahan memberikan fasilitas penginapan di Pesantren Modern Daar Ulum (PMDU) untuk sekaligus beristirahat.” tandasnya.

Pantauan Beritamerdekaonline, para petani SPSB sudah melanjutkan perjalanan dan saat ini diwilayah Aek Nopan.

Penulis: (DODI ANTONI)
Editor: (Mitra Pizer)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.