SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) merampungkan pembangunan gedung Perpustakaan Umum Kota Semarang yang berlokasi di kawasan Srondol, Kecamatan Banyumanik.

Perpustakaan baru ini sudah beroperasi sejak 20 Januari 2026 dan melayani masyarakat setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Gedung perpustakaan dibangun di atas lahan seluas 1.019 meter persegi dan dirancang sebagai ruang literasi modern yang nyaman serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan bahwa bangunan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas literasi dan diskusi.

Gedung perpustakaan memiliki area parkir di basement, lantai satu sebagai layanan peminjaman buku, lantai dua untuk ruang baca, ruang budaya, mini kafe, serta co-working space.

Sementara lantai tiga difungsikan sebagai ruang audio visual, dan rooftop disiapkan sebagai ruang diskusi terbuka.

“Kami ingin perpustakaan ini menjadi ruang publik yang hidup. Masyarakat bisa membaca, berdiskusi, bahkan bersantai sambil menikmati kopi,” ujar Bambang, Senin (2/2).Perpustakaan Umum Kota Semarang

Pemkot Semarang menargetkan kunjungan perpustakaan mencapai 350 hingga 400 pemustaka per hari. Ruang audio visual yang tersedia mampu menampung hingga 80 orang dan dapat dimanfaatkan untuk pemutaran film pendek maupun film yang diadaptasi dari buku.

Untuk mendukung jam layanan hingga malam hari, Arpus akan menerapkan sistem kerja shift bagi petugas. Selain itu, disiapkan pula petugas yang memiliki kemampuan berbahasa asing untuk mendampingi pemustaka mancanegara, mengingat koleksi buku tersedia dalam berbagai bahasa, seperti Arab, Mandarin, Jepang, dan Inggris.

Pembangunan tahap pertama berupa struktur gedung rampung pada Desember 2025 dengan anggaran Rp200 juta dari APBD Kota Semarang dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN sebesar Rp7,8 miliar.

Sementara tahap kedua untuk interior, mebeler, dan pengadaan buku dialokasikan anggaran APBD sebesar Rp5,3 miliar dan ditargetkan selesai pertengahan 2026.(day)