SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat aktif memperbarui data perlindungan sosial melalui portal Perlinsos Kementerian Sosial.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon penerima bantuan sosial (bansos) pada 2027 terdata dan sesuai kriteria.

Masyarakat dapat mengakses portal https://perlinsos.kemensos.go.id/ untuk memeriksa data sekaligus mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan pemutakhiran data mandiri menjadi bagian penting dalam meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan pemerintah, termasuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut Imam, warga yang ingin mengakses layanan tersebut perlu menyiapkan ponsel pintar dan KTP elektronik yang telah terhubung dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Data yang diajukan selanjutnya akan melalui proses verifikasi dengan mencocokkan informasi kependudukan dan sejumlah basis data lainnya.

Pengecekan mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), kepemilikan kendaraan di Korlantas Polri, data pelanggan PLN, serta data aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

Proses verifikasi tersebut ditujukan untuk menilai kelayakan calon penerima agar bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Imam menegaskan, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan pendaftaran maupun memeriksa data melalui portal Perlinsos.

“Digitalisasi ini bertujuan agar pada 2027 tidak ada masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan sosial tertinggal, atau tidak mendapat akses terhadap bansos,” kata Imam, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan data hingga Senin (12/10/2026) sore, tercatat sebanyak 662.529 kepala keluarga (KK) telah didaftarkan melalui portal tersebut.

Sementara itu, jumlah keseluruhan keluarga di Jawa Tengah mencapai 13.350.232 KK.

Pemprov Jateng juga menyiapkan alternatif bagi keluarga miskin yang terkendala perangkat digital, terutama mereka yang tidak memiliki ponsel pintar.

Masyarakat dapat memanfaatkan bantuan relawan melalui program Agen Perlinsos.

Imam menjelaskan, siapa pun dapat berpartisipasi sebagai Agen Perlinsos untuk membantu proses pendaftaran warga yang membutuhkan.

Relawan bisa membantu tetangga, kerabat, maupun masyarakat lain, termasuk yang tinggal di luar kabupaten atau provinsi tempat relawan berdomisili.

“Bisa lewat Agen Perlinsos. Siapa pun bisa menjadi Agen Perlinsos. Mereka bisa mendaftarkan tetangga kanan-kiri, saudara, atau orang lain, bahkan yang tinggal di kabupaten dan provinsi lain. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap perlindungan sosial,” ujarnya.

Warga yang ingin bergabung sebagai relawan dapat melakukan pendaftaran melalui laman https://agent-perlinsos.kemensos.go.id/.

Dinsos Jawa Tengah mencatat jumlah Agen Perlinsos di wilayahnya telah mencapai 68.807 orang.

Para relawan tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kader Dasawisma, perangkat desa, anggota kepolisian dan TNI, pegawai pemerintah daerah, lurah, hingga masyarakat umum.

Imam berharap keterlibatan masyarakat dalam program tersebut dapat membantu menjangkau keluarga yang belum terdata, khususnya warga yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan sosial.

“Dengan kerelaan hati masyarakat menjadi Agen Perlinsos, kita bisa membantu tetangga dan masyarakat umum. Dengan begitu, seluruh masyarakat Jawa Tengah yang layak menerima bantuan sosial dapat terdata dan diusulkan untuk memperoleh bantuan pada 2027,” pungkasnya. (lim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.