Jakarta – DR Ahmadi Nur Supit, M. Si, Ketua tim sukses Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam konperensi pers di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (07/11/2019) mengatakan beberapa realitas objektif yang menjadi alasan mengapa Saudara Bambang Soesatyo harus merebut kursi Ketua Umum Partai GOLKAR, dalam Munas X Golkar mendatang, antara lain:Tergerusnya kapasitas electoral Partai GOLKAR. Kecuali Pemilu 2004, pada masa kepemimpinan Bung Akbar Tandjung, Partai GOLKAR terus mengalami penurunan kapasitas electoral dari pemilu ke pemilu, yang diindikasikan oleh menurunnya perolehan kursi di parlemen, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Perolehan kursi hasil Pemilu 2019 adalah yang terburuk.

Selanjutnya, di tingkat pusat Partai Golkar hanya mampu meraih 85 kursi, walaupun raihan ini berada diurutan kedua setelah PDIP, namun dari segi perolehan suara, Partai GOLKAR justru menempati urutan ke tiga setelah Gerindra.

“Perolehan kursi di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota mengalami
penurunan drastis. Fakta menunjukan bahwa ada provinsi yang gagal mengirimkan wakil Partai GOLKAR di DPR RI, banyak provinsi dan kabupaten/kota yang gagal menempatkan kader Partai GOLKAR sebagai Ketua DPRD serta banyak pula Partai GOLKAR di daerah yang tidak mampu menempatkan kadernya pada unsur Pimpinan DPRD.”ujar Ahmadi

Yang lebih memprihatinkan lagi, ada beberapa daerah yang terus menjadi
pemenang sejak Pemilu 1971, justru mengalami kekalahan pada Pemilu 2019.Kecenderungan penurunan kapasitas electoral Partai GOLKAR ini harus dihentikan, karena bila tidak Partai GOLKAR akan turun peringkat menjadi kekuatan politik papan bawah, bahkan bukan tidak mungkin menjadi partai dalam kenangan, partai yang ada dalam tiada.

Kepemimpinan partai yang tidak efektif serta mengingkari fitrah dan konstitusi
Tidak dapat dipungkiri bahwa pengelolaan partai saat ini jauh meninggalkan fitrah partal dasar Partai GOLKAR bahkan tidak berbasis pada konstitusi partai yang justru mesti
dipedomani dalam praktek penyelenggaraan organisasi dan kepemimpinan partai.

Menurut Ahmadi, setelah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan partai, terutama hasil Pileg dan Pilpres 2019, kami mengidentifiksi sejumlah realitas objektif perjalanan partai yang menuntut pembaharuan kepemimpinan partai. Setelah berdiskusi secara intensif dengan lebih dari separuh Pimpinan DPD Provinsi, DPD Kabupaten/Kota, Pimpinan Organisasi Pendiri, Organisasi yang didirikan, Organisasi Sayap, para Senior dan Pinisepuh.Partai GOLKAR, kami mendesak Saudara BAMBANG SOESATYO untuk maju dalam Munas X mendatang sebagai Calon Ketua Umum Partai GOLKAR 2019-2024. (Zal)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.