KABUPATEN SEMARANG, Berita Merdeka Online – Ada perpisahan yang tidak hanya ditandai dengan lambaian tangan. Ada pula yang meninggalkan cerita, keakraban dan kenangan yang sulit dilupakan.
Itulah yang terasa saat Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga bersiap meninggalkan Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, setelah menuntaskan rangkaian pengabdian melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Senin (10/8/2026), suasana menjelang berakhirnya penugasan mulai terasa berbeda. Para prajurit yang selama beberapa waktu menjadi bagian dari aktivitas masyarakat kini bersiap kembali ke satuan masing-masing.
Namun, kepergian tersebut bukan sekadar meninggalkan lokasi penugasan.

Selama berada di Desa Cukil, para personel Satgas hidup berdampingan dengan masyarakat. Mereka bekerja bersama, bergotong royong, berbagi cerita, bercanda dan saling membantu dalam berbagai kegiatan pembangunan.

Hari demi hari yang dilalui bersama perlahan membentuk kedekatan layaknya keluarga.
Ungkapan “pergi membawa tugas, pulang meninggalkan kenangan” pun seakan menggambarkan perjalanan Satgas TMMD ke-129 selama berada di Desa Cukil.

Kehadiran para prajurit tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik. Lebih dari itu, mereka meninggalkan pengalaman tentang kebersamaan dan semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD.
Dalam berbagai sasaran pembangunan, prajurit dan warga bekerja berdampingan. Ada yang mengangkat material, membangun rumah, memperbaiki fasilitas umum hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan lainnya.

Keringat yang tercurah bersama menjadi bagian dari cerita pengabdian yang tidak mudah dilupakan.
Bagi masyarakat Desa Cukil, kehadiran Satgas juga meninggalkan kesan tersendiri. Para prajurit yang selama ini mudah ditemui di tengah aktivitas warga kini akan kembali ke tempat tugasnya.

Hubungan yang awalnya terbentuk karena sebuah program pembangunan berubah menjadi ikatan kekeluargaan.
Begitu pula bagi personel Satgas. Desa Cukil bukan lagi sekadar lokasi penugasan. Desa tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang menyimpan banyak cerita.
Setiap rumah yang direhabilitasi, setiap fasilitas yang dibangun dan setiap kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat menjadi kenangan yang akan dibawa pulang.

Meski penugasan segera berakhir, nilai-nilai yang telah tumbuh selama TMMD diharapkan tidak ikut berakhir. Semangat gotong royong, kepedulian dan kebersamaan diharapkan terus dilanjutkan masyarakat untuk menjaga serta merawat hasil pembangunan.
Kepergian Satgas TMMD ke-129 memang menjadi penanda berakhirnya sebuah tugas. Namun, bagi TNI dan masyarakat Desa Cukil, perpisahan tersebut bukan akhir dari persaudaraan.

Dari Desa Cukil, para prajurit pergi membawa tugas yang telah ditunaikan.
Dan dari Desa Cukil pula, mereka pulang membawa sesuatu yang tidak dapat diukur dengan angka—kenangan, persaudaraan dan cerita pengabdian yang akan selalu tersimpan di hati.
Pergi membawa tugas, pulang meninggalkan kenangan.
(Ikhsan).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.