Beritamerdekaonline.com, Kutacane –Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Aceh Tenggara (Agara), melarang dan mengusir wartawan ingin meliput acara pelantikan Kepala Desa (Kepdes) terpilih di Kecamatan Babussalam yang berlangsung di Aula kantor Camat setempat pada Jumat, 28/08/2021.
Kejadian itu terjadi, saat wartawan waspadaaceh.com, Sopian, Media Aceh.Com, Salihan, dan wartawan Harian SiB, Armentoni, serta beberapa wartawan lainnya hendak meliput kegiatan itu. Namun sejumlah oknum anggota Satpol-PP melarang dan mengusir wartawan untuk meliput kegiatan tersebut.
Ketiganya wartawan itu adalah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara, atas insiden tersebut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Aceh Tenggara, Rahmad Padli, sambangi kantor PWI dan meminta maaf kepada wartawan terkait dengan insiden pengusiran yang dilakukan oleh anggotanya saat pelantikan Kepala Desa Di Kecamatan Babussalam, Jumat 27/08/2021 kemaren.
” atas nama pribadi dan kedinasan, saya meminta maaf atas tindakan anggota saya yang mengusir rekan wartawan saat melakukan peliputan acara Pelantikan Kepala Desa,” kata Fadli, dihadapan seluruh anggota PWI setempat Sabtu, 28/08/2021, di kantor PWI
Kata Padli, dia sudah memanggil dan memeriksa anggotanya yang melakukan pengusiran terhadap wartawan, saat acara pelantikan kepala desa.
“Saya sudah periksa anggota, dan benar mereka melakukan pengusiran terhadap wartawan yang ada di ruangan saat acara pelantikan “, ucap Padli
Baca Juga :
Satpol-PP Agara Larang Wartawan Meliput Acara Pelantikan Kepdes Terpilih
Padli menambahkan, insiden itu terjadi mungkin atas kelalaian dia, dalam mengarahkan anggotanya dilapangan dalam pelaksanaan tugas saat acara pelantikan kepala Desa tersebut.
Disamping itu, dia berjanji akan menjalankan Standart Operasional Prosedur (SOP) dengan sebaiknya dalam menjalankan tugas di lapangan dan tetap bermitra dengan rekan- rekan wartawan, pungkasnya
sementara, Plt Ketua PWI Aceh Tenggara Bulkainisyah, berharap kepada Kasat Pol PP agar tidak ada lagi kejadian pengusiran terhadap wartawan khususnya anggota PWI Agara, saat meliput kegiatan resmi Pemkab dan lainnya.
Meskipun ada kegiatan yang sifatnya tertutup, mohon ada penjelasan kepada wartawan, agar tidak ada miskomunikasi.
” saya harap jangan ada lagi kejadian seperti kemaren, sebab W Hbartawan yang tergabung di wadah PWI ini semuanya legalitasnya jelas tidak abal-abalan, dan kami juga siap bergandengan tangan dengan Satpol PP dalam menjalankan tugas di koridor masing- masing”, sebut Bulkanisyah. (Basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan