Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca-Hari Raya Idulfitri, Bank Mandiri Area Bengkulu menggelar acara halalbihalal bersama para jurnalis dari berbagai media massa di Bengkulu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan pers dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Vice President Bank Mandiri Area Bengkulu, Teguh Prakoso, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran media. Menurutnya, tidak ada agenda khusus selain menjaga keakraban dan komunikasi yang intensif antara Bank Mandiri dan rekan-rekan media.
”Intinya kami ingin menjaga silaturahmi dan keakraban. Bank Mandiri sangat membutuhkan peran media karena citra kami sebagai salah satu bank BUMN terbesar harus tetap terjaga dengan baik. Peran media sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang positif,” ujar Teguh Prakoso usai acara, di Kampoeng Pesisir, Kamis (02/4/2026).
Mendorong Roda Perekonomian melalui Peran Agent of Development
Teguh menekankan bahwa pemberitaan yang baik dan edukatif mengenai sektor perbankan akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi di Bengkulu. Sebagai agent of development (agen pembangunan), Bank Mandiri memiliki mandat utama untuk membangun daerah dan memastikan roda perekonomian terus berputar.
”Kami ingin semua roda perekonomian di Bengkulu terus bergerak. Bank Mandiri memiliki berbagai produk kredit, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Kredit Usaha Mikro (KUM) untuk UMKM. Kami juga menyediakan fasilitas kredit bagi karyawan (payroll), serta mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah melalui KPR Subsidi,” tambahnya.
Seluruh layanan transaksi dan investasi tersebut kini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui platform digital Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Digitalisasi dan Kualitas Kredit yang Terjaga
Memasuki awal tahun 2026, Teguh mengungkapkan adanya tren positif dalam transaksi digital di Bengkulu. Dalam dua tahun terakhir, volume transaksi melalui QRIS, mesin EDC, dan kanal digital lainnya meningkat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bengkulu sudah sangat adaptif terhadap digitalisasi keuangan.
Terkait penyaluran KUR di Bengkulu, Teguh memberikan catatan yang membanggakan. Penyaluran kredit untuk pelaku UMKM di Bengkulu dinilai sangat tepat sasaran. Hal ini terbukti dari angka Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang terjaga di level sangat rendah, mendekati 0%.
”Kualitas kredit di Bengkulu sangat terjaga. Bahkan, kuota KUR yang diberikan untuk wilayah Bengkulu selalu habis terserap. Ini menandakan antusiasme dan kesehatan usaha para pelaku UMKM di sini sangat baik,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Teguh mengajak para pengusaha lokal untuk terus memutar modalnya di daerah demi kemajuan Bengkulu. Ia berharap proyek-proyek di tingkat akar rumput (grassroots) dapat melibatkan sumber daya lokal agar perputaran uang tetap berada di wilayah Bengkulu, sehingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan