ACEH TIMUR, Beritamerdekaonline.com – Pertandingan Bola Kaki yang di selenggarakan oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia(APDESI) Kabupaten Aceh Timur menjadi sorotan di Babak Final, Selasa (31/10/2023). Pasalnya, pertandingan Bola Kaki tersebut yang diadakan di Stadion Mon.
Sikureng, Gampong Jawa terkesan menodai syariat islam yang selama ini menjadi Program Pemerintah secara Kaffah di Bumi Aceh Serambi Mekkah, pasalnya, penonton antara kaum laki laki dan kaum perempuan tidak dipisahkan sehingga bercampur aduk yang bukan muhrim, hal ini terihat pada acara laga Final Antara Kecamatan di Cut Darul Aman dengan Kecamatan Peudawa.
Saat di konfirmasi awak media panitia selaku pengurus Apdesi Muhammad Adam, mempersilahkan awak media menulisnya.
Dia mengatakan bahwa disini ada keamanan selaku penangung jawab, dan untuk kedepan kita atur pisahkan antara penonton laki laki dengan perempuan, Terkait pertandingan Bola kaki Apdesi yang menodai tegak nya syariat islam, M.Adam mengatakan silahkan hubungi ketua Apdesi Langsung.
Sementara di waktu yang sama salah seorang Geusyik kepada media menyayangkan kejadian hal seperti itu karena di Aceh, seharusnya penonton laki-laki dan perempuan di pisahkan atau di beri pembatas, tribun bisa di bagi dua, jangan di campur seharusnya panitia di beritahukan waktu di pintu masuk, ini sangat di sayangkan bercampur aduk antara wanita dengan laki laki yang bukan muhrim.
(MR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan