SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Banjir bandang menerjang wilayah Perumahan Wahyu Utomo Kecamatan Ngaliyan kota Semarang pada Minggu 6 November 2022 malam. Akibatnya, beberapa rumah rusak dan sedikitnya ada 6 mobil dan Sepeda Motor yang dilaporkan hanyut terbawa arus banjir sungai Sihingas atau anak sungai Beringin yang meluap.

Derasnya banjir yang terjadi membuat beberapa mobil hanyut hingga mencapai jarak kurang lebih 1 kilometer ke arah sungai Beringin. Terdapat 4 unit mobil hanyut berada di dekat kampung Beringin Baru yang masih masuk kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan.

Ke empat mobil tersebut diantaranya berada di sebelah Utara Kampung Beringin Baru yaitu 1 Mobil Honda Jazz dengan kondisi tenggelam di tengah sungai. Sementara di sebelah timur kampung terdapat 3 mobil dengan posisi saling bertumpukan yakni Honda City, Honda CRV dan Mitsubishi Pajero. Semua mobil dalam kondisi rusak parah akibat terjangan banjir.

Putri (25), warga Wahyu Asri Selatan RT 09 RW 06 Kelurahan Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan yang mobilnya ikut hanyut menerangkan, saat banjir terjadi dirinya tidak berada di rumah. Namun berdasarkan informasi dari kakaknya, banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB atau pas waktu magrib.

“Saat banjir terjadi aku sedang di luar. Cuman Kakak itu yang di rumah, emang itu katanya cepat. Jadi pertamanya masih setengah meteran kali ya, terus tiba-tiba langsung ada yang kedua gede gitu dan kayak menghantam jadi kan pecah semuanya,” ucap Putri, Senin (7/11/2022).

Saat banjir terjadi, mobil Honda City milik keluarganya sedang diparkir di garasi depan rumahnya yang berada tepat di pinggir sungai Sihingas. Arus banjir saat itu kata Putri sangat deras, bahkan hingga masuk ke dalam teras rumahnya setinggi kurang lebih satu meter.

“Sebelumnya jam 3 sampai jam 5 an itu sini hujan. Mobil kami parkir di garasi depan itu. Warga deretan sini itu ada 3 mobil yang hanyut. Honda City punya kami, Maestro dan Carnival. Terus yang sana ada Pajero sama CRV, terus satu lagi apa gitu, dan juga ada Honda Jazz itu gak tau punya warga sini atau Taman Beringin,” ungkapnya.

Putri menuturkan, pada tahun 2017 silam banjir juga pernah terjadi di wilayah Perumahan Wahyu Utomo, namun tidak separah yang sekarang. Saat itu banjir hanya setinggi kurang lebih setengah meteran dan tidak menimbulkan kerusakan berat.

Ketua RT 07 RW 06, Harnowo menjelaskan, banjir terjadi sekitar magrib dan menghancurkan 3 rumah di wilayahnya.

Ia menjelaskan, banjir serupa pernah terjadi pada 2013 dan 2017 silam, namun yang terparah tahun ini. Dampak dari banjir tersebut juga menghanyutkan beberapa kendaraan milik warganya.

“Kami butuh bantuan untuk memindahkan material banjir,” ungkapnya.

Hingga saat ini, petugas gabungan dari TNI-POLRI, BPBD, SAR dan relawan tengah berusaha membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke rumah-rumah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil akibat banjir diperkirakan mencapai milyaran rupiah.

Editor: Mualim


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.