OSAKA, Beritamerdekaonline.com – Perwakilan Ikatan Keluarga Bengkulu di Jepang (IKBJ), Jaka Andrea, turut membantu prosesi pemandian, pengkafanan, dan salat jenazah Anggi Saputra Pranata di sebuah tempat persemayaman jenazah di Kota Osaka, Jepang, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Prosesi tersebut dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka dan dihadiri sejumlah pihak, antara lain perwakilan KJRI Osaka, pengurus dan jamaah Masjid Istiqlal Osaka, perwakilan Lembaga Sending Organizer (SO) yang memberangkatkan Anggi ke Jepang, pihak Kumiai, serta perusahaan tempat almarhum bekerja.

Jaka Andrea yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Anggi Saputra Pranata mengatakan, suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian prosesi, mulai dari memandikan jenazah, mengkafani, memasukkan jenazah ke dalam peti hingga pelaksanaan salat jenazah.

Menurut Jaka, dirinya juga sempat melakukan komunikasi melalui video call dengan keluarga Anggi di Indonesia.

Perwakilan IKBJ Jaka Andrea mengikuti prosesi pemandian dan salat jenazah Anggi Saputra Pranata di Osaka, Jepang.

 

“Alhamdulillah saya bisa ikut dalam prosesi ini. Tadi juga sempat video call dengan keluarga almarhum, sedih rasanya. Tapi ini semua sudah menjadi jalan takdir almarhum yang sudah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa,” ungkap Jaka.

Ia mengatakan, Anggi merupakan pemuda asal Desa Renah Kandis, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang baru sekitar tujuh bulan berada di Jepang.

Jaka juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak KJRI Osaka, jenazah Anggi dijadwalkan diberangkatkan menuju Indonesia pada Selasa pagi, 29 September 2026, melalui Bandara Internasional Haneda, Tokyo.

“Informasi dari pihak Konjen RI Osaka, jenazah almarhum Anggi Saputra Pranata akan diberangkatkan Selasa pagi, 29 September 2026 melalui Bandara Internasional Haneda Tokyo dan diperkirakan sampai sore harinya,” jelas Jaka.

Setelah tiba di Jakarta, menurut Jaka, waktu keberangkatan jenazah menuju Bengkulu masih menyesuaikan dengan jadwal dan kondisi perjalanan dari Jakarta.

“Untuk ke Bengkulu mungkin bisa langsung sore hari itu juga atau keesokan harinya, yakni 30 September, tergantung kondisi jam berapa sampai di Jakarta,” lanjutnya.

Jaka menuturkan, Anggi merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Selama berada di Jepang, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan ceria.

Ia mengenang Anggi sebagai sosok yang berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai pekerja sekaligus bagian dari keluarga.

“Almarhum Anggi merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Sekitar tujuh bulan lalu ia tiba di Jepang. Hingga akhir hayatnya ia orang baik dan selalu bersikap ceria,” tutur Jaka.

Jaka kemudian menyampaikan pesan perpisahan untuk Anggi yang disebutnya sebagai sosok yang telah berjuang bagi keluarganya.

“Selamat jalan saudaraku, engkau adalah pejuang keluarga, pulanglah dengan tenang,” ucap Jaka sembari menahan air mata saat diwawancarai melalui video call.

Rangkaian prosesi di Osaka tersebut menjadi bagian dari proses penghormatan terakhir sebelum jenazah Anggi Saputra Pranata dipulangkan ke Indonesia. Informasi mengenai jadwal kepulangan tersebut disampaikan Jaka berdasarkan keterangan yang diterimanya dari pihak KJRI Osaka. (Dri)

Editor: Redaksi


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.