Beritamerdekaonline.com, Kepahiang – Semangat tak pernah pudar meski usia kian senja. Itulah gambaran sosok Bunadi (66), warga Desa Tangsi Duren, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Sejak lama, ia menekuni usaha peternakan sapi hingga pernah meraih juara pertama dalam kontes ternak tingkat kabupaten pada tahun 2018.

Kontes ternak yang digelar di lapangan Desa Tangsi Duren pada saat itu dihadiri langsung oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Dalam ajang tersebut, Bunadi berhasil mengharumkan nama desanya. Ia menerima piala serta uang pembinaan sebesar Rp1,5 juta dari gubernur sebagai bentuk apresiasi atas ketekunannya dalam mengembangkan sapi jenis blaster remosi dan metal.

“Penghargaan itu membuat saya bangga sekaligus semakin bersemangat untuk terus mengembangkan usaha ternak sapi,” ujar Bunadi kepada wartawan.

 

Setiap hari, Bunadi masih aktif mencari pakan ternak secara mandiri. Tanpa bantuan motor atau kendaraan, ia memikul rumput hasil aritan sebanyak empat hingga lima ikat untuk enam ekor sapi miliknya. “Walaupun usia sudah 66 tahun, saya tetap rutin mengarit. Kalau tidak, saya merasa malu karena dulu pernah menjadi juara dalam kontes ternak,” ungkapnya.

Salah satu indukan sapi Bunadi kini bahkan sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan. Kondisi ini membuatnya semakin serius dalam mengurus kandang serta menjaga kesehatan hewan ternaknya.

Meski penuh semangat, Bunadi mengaku kandang sapinya kini dalam kondisi darurat dan perlu direnovasi. Ia berharap pemerintah daerah, baik dari Dinas Peternakan Kabupaten Kepahiang maupun Provinsi Bengkulu, dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki fasilitas tersebut.

“Kalau kandang tidak segera direhab, saya khawatir akan berdampak pada kesehatan sapi. Mudah-mudahan dinas terkait bisa membantu,” harapnya.

Bunadi menegaskan, ketekunan dalam beternak harus dijaga, terutama bagi generasi muda di desanya. Ia ingin pengalamannya menjadi contoh nyata bahwa usaha ternak bisa memberikan manfaat besar, baik bagi keluarga maupun pembangunan ekonomi desa.

“Ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda. Jangan malu bertani dan beternak, karena dengan kerja keras kita bisa berhasil,” tutup Bunadi dengan penuh keyakinan. (Sampur Buana)