Aceh Tenggara -Dana pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan Gapura bersumber dari dana APBN anggaran desa pulokendongdong Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) 2019, disenyalir tilep Kepdes,sebut Samiun salah satu warga desa itu pada media ini selasa 14/01/2020.
Awalnya terbongkar pembuatan SPAL dan Gapura itu,sewaktu Dewan gandeng Insfektorat Agara turun ke desa pulokendongdong untuk Audit DD pada minggu lalu,dan pihak Insfektorat menayakan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK),Dana Desa 2019 apa saja digunakan.
Lalu TPK mengatakan di depan DPRK dan masyarakat,Pembelian Kereta Dinas,Dana Bimtek,Dana Pendidikan,Pembelian Tiang Listrik beserta lampu,Pembukaan Jalan,Pembutan SPAL dan Gapura,kemudian Insfektorat mengajak TPK untuk lihat SPAL dan Gapura,TPK tidak bisa menunjukan karna tidak dikerjakan.
Padahal hasil Musrenbangdes dengan Mantan Kepdes yang lalu,Pembukaan Jalan,pembuatan SPAL dan Gapura itu tidak ada dalam pembahasan,namun PJ Kepdes menggalihkan tanpa diketahui BPK dan masyarakat,kata Samiun
Untuk dana SPAL dan Gapura itu saya rasa dana tersebut sudah habis dibuat Kepdes alias ditilep,pasalnya,anggaran 2019 sudah berakhir,namun sampai bulan 01/2020 ini belum juga dikerjakan,untuk itu saya berharap kepada pemerintah daerah agar menggambil tindakan terhadap Kepdes tersebut,akhiri Samiun
Sementara itu,ketika dikonfirmasi pihak Insfektorat melalui via handphone selasa 14/01/2020 mengatakan,betul yang dikatakan saudara Samiun itu,dan pada waktu itu kami juga minta kepada Kepdes APBdes dan RAB,guna untuk Audit DD anggaran 2019,namun sampai sekarang belum juga di antar Kepdes kepada kami,malahan Kepdes itu mengantarkan kepada kami berkas lain,bukan APBdes dan RAB,ungkapnya
Ketua Lsm Gakag agara Arafik Beruh,minta kepada Bupati agara Raidin Pinim, MAP copot jabatan Kepdes tersebut,dan pertanggung jawabkannya kegiatan yang belum selesai di desa itu,bila perlu jangan jabatan apapun diberikan kepada Kepdes tersebut,karna membuat malu pemerintah daerah terhadap masyarakat,seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,bukan membodoh-bodohi masyarakat,tegas Arafik. (Basri/BM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan