Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Setelah resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu pada 27 September 2024, Rosjonsyah, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu, langsung menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Rapat ini berlangsung di Gedung Pola Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (30/09).
Dalam rapat tersebut, Rosjonsyah menjelaskan tugas dan wewenangnya sebagai Plt Gubernur, sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Menurutnya, rapat ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menyinkronkan berbagai program pemerintahan serta memastikan koordinasi yang baik di antara seluruh OPD.

“Saya ingin memastikan bahwa seluruh OPD memahami tugas saya sebagai Plt Gubernur dan mendukung jalannya pemerintahan secara efektif sesuai amanah yang diberikan Mendagri,” ungkap Rosjonsyah.
Dalam arahannya, Rosjonsyah menyoroti tiga poin penting kepada para Kepala OPD. Pertama, ia menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjaga netralitas selama Pilkada Serentak 2024. Rosjonsyah tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN yang melanggar aturan tersebut.
“Netralitas ASN adalah hal mutlak. Jika ada yang terlibat dalam politik praktis, saya tidak akan ragu memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dengan nada serius.
Poin kedua yang dibahas adalah persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu ke-56, yang akan dipuncaki pada 18 November 2024 mendatang. Ia meminta seluruh OPD untuk mempersiapkan acara ini dengan baik, mengingat momen tersebut menjadi bagian penting dari sejarah dan kebanggaan daerah.
“Kita harus mempersiapkan HUT Provinsi Bengkulu dengan matang. Ini bukan hanya perayaan, tetapi juga wujud penghormatan terhadap sejarah dan pencapaian yang telah diraih oleh Provinsi Bengkulu,” tambah Rosjonsyah.
Poin ketiga, Rosjonsyah memastikan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik di Pemprov Bengkulu akan tetap berjalan lancar dan kondusif, meskipun persiapan Pilkada Serentak sedang berlangsung. Ia mengingatkan agar birokrasi tetap fokus pada tugasnya untuk melayani masyarakat dengan optimal.
“Di tengah dinamika politik, pelayanan publik dan roda pemerintahan harus tetap stabil. Saya pastikan bahwa birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu oleh proses politik yang sedang berlangsung,” tegas Rosjonsyah.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal bagi Rosjonsyah dalam menjalankan perannya sebagai Plt Gubernur Bengkulu. Dengan kepemimpinan yang tegas dan fokus pada tata kelola pemerintahan, Rosjonsyah berharap Pemprov Bengkulu dapat terus bekerja secara profesional dan berintegritas, khususnya dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024 yang akan datang.
Komitmen Rosjonsyah terhadap netralitas ASN dan fokus pada pelayanan publik menjadi sorotan utama dalam rapat ini, serta menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan politik ke depan. (Adv)




Tinggalkan Balasan