Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu masih mendalami penemuan jenazah laki-laki tanpa identitas di Kepulauan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk mengungkap penyebab kematian, jenazah saat ini menjalani autopsi oleh tim kedokteran forensik Polda Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Imam Wijayanto, S.I.K., M.H. mengatakan, proses autopsi sedang dilakukan untuk memperoleh informasi medis terkait kematian korban. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap peristiwa yang melatarbelakangi kematian korban.
“Kami sampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Kepulauan Enggano,” ujar Imam, di Mapolda Bengkulu, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, hingga pemeriksaan berlangsung, kepolisian belum menerima hasil sementara yang dapat disampaikan kepada masyarakat. Tim masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah sehingga diperlukan waktu untuk mendapatkan kesimpulan medis.
Imam menjelaskan, autopsi bertujuan menentukan penyebab kematian, mekanisme kematian, serta perkiraan waktu kematian. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar bagi kepolisian dalam menentukan arah penyelidikan.
Selain pemeriksaan forensik, kepolisian juga melakukan upaya untuk mengetahui identitas korban. Setelah jenazah ditemukan di sekitar Pulau Enggano, informasi telah disampaikan kepada kepala desa dan kepala suku setempat.
Namun, berdasarkan informasi sementara, belum terdapat warga di wilayah tersebut yang dilaporkan hilang. Karena itu, proses identifikasi masih terus dilakukan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang memungkinkan untuk mengungkap identitas korban.
“Untuk saat ini memang belum ada warganya yang dinyatakan hilang,” kata Imam.
Dari pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menyebut tidak menemukan barang atau bukti tambahan yang secara langsung dapat mengungkap identitas korban. Saat ditemukan, di lokasi tersebut hanya terdapat jenazah.
Kepolisian juga masih mendalami informasi mengenai kemungkinan korban merupakan seorang jurnalis yang dilaporkan hilang. Imam menegaskan, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena proses identifikasi dan penyelidikan masih berlangsung.
Untuk mendukung proses pengungkapan identitas, tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait di luar wilayah Bengkulu. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh data dan sampel pembanding yang diperlukan dalam proses identifikasi.
Imam menegaskan, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun identitas korban.
Dengan demikian, masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak berspekulasi mengenai identitas korban ataupun dugaan penyebab kematiannya. Polisi memastikan proses penyelidikan dan pemeriksaan forensik terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut secara terang.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan