Beritamerdekaonline.com, Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, Polda Bengkulu mengadakan acara nonton bareng (nobar) pagelaran Wayang Kulit bersama masyarakat. Acara ini dipimpin oleh Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs. Agus Salim, yang turut hadir bersama pejabat utama (PJU) dan anggota Polda Bengkulu.
Pagelaran Wayang Kulit tersebut ditayangkan langsung dari Mabes Polri, Jakarta, yang juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., beserta Pejabat Utama TNI-POLRI lainnya. Tidak ketinggalan, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan komunitas pecinta Wayang Kulit dari seluruh Indonesia.
Acara ini diselenggarakan bertempat di Rupattama Awaloedin Djamin Polisi daerah (POLDA) Bengkulu pada Jum’at malam, 5 – 6 – 2024. Acara ini menampilkan lakon “Tumurune Wiji Sejati,” yang mengisahkan Raden Wisanggeni, seorang ksatria cerdas dan sakti yang menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Pagelaran dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Pagelaran Wayang Kulit ini diharapkan dapat menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran seperti yang dicontohkan oleh sosok Wisanggeni. Selain itu, pagelaran ini juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan, serta menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan pandangan hidup dan karakteristik bangsa Indonesia.
Wakapolda Bengkulu menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaga dan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Pancasila. Dengan menghadirkan acara nobar Wayang Kulit, Polda Bengkulu berharap dapat mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia.
Acara nobar ini terbuka untuk umum dan gratis, sehingga semua lapisan masyarakat dapat ikut serta menikmati pertunjukan Wayang Kulit yang berlangsung semalam suntuk. Harapannya, semangat cinta terhadap budaya lokal dapat terus ditingkatkan, terutama di tengah arus globalisasi yang semakin maju dan canggih.
Dengan menggelar acara ini, Polda Bengkulu ingin memberikan nuansa yang berbeda dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-78. Tidak hanya sekadar upacara formal, namun juga melibatkan unsur kebudayaan yang kental dengan tradisi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikan kebudayaan nasional.
Acara ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari tokoh masyarakat maupun komunitas pecinta Wayang Kulit. Mereka menganggap bahwa langkah Polda Bengkulu ini sangat positif dan perlu dicontoh oleh instansi lain dalam upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, melalui kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan.
Pagelaran Wayang Kulit “Tumurune Wiji Sejati” yang disiarkan dari Mabes Polri, Jakarta, menjadi sorotan utama dalam acara ini. Lakonini dipilih karena memiliki nilai nilai luhur yang relevan dengan situasi saat ini’. Cerita tentang Raden Wisanggeni yang berjuang menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya sekadar menonton, acara nobar ini juga dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab seputar kebudayaan Wayang Kulit. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap lakon Wayang Kulit. Diskusi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional Indonesia.
Dalam rangkaian acara Hari Bhayangkara ke-78 ini, Polda Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Dengan menggelar acara nobar Wayang Kulit, Polda Bengkulu tidak hanya merayakan hari jadi Polri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Acara ini menjadi bukti bahwa di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi, nilai-nilai budaya tradisional masih sangat relevan dan penting untuk dijaga. Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan yang bernilai budaya tinggi, Polda Bengkulu berharap dapat membangkitkan semangat cinta budaya lokal serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Editor: Admin Redaksi
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan