Tolitoli, beritamerdekaonline.com – Tim Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dari Satreskrim Polres Tolitoli baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan distributor minyak goreng di wilayah Kabupaten Tolitoli. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya ketidaksesuaian takaran pada produk minyak goreng merek Minyak Kita yang dikemas dalam botol, dengan volume berkurang sebanyak 20 ml dari yang tertera di label kemasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari temuan serupa yang sempat viral setelah Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan permasalahan ini. Sebagai respon cepat, Satreskrim Polres Tolitoli mengerahkan tim Unit Tipidter yang dipimpin oleh Kanit Tipidter, IPDA Ewaldo Tasmi, S.Tr.K, bersama anggotanya Aipda I Wayan Putra Eka, Brigadir Hafid, dan Briptu Ahyezer Okhran untuk melakukan pengecekan di sejumlah distributor, rumah pangan kita (RPK), serta pasar tradisional di Tolitoli.

Temuan Ketidaksesuaian Volume di Pasar Susumbolan

Hasil pemeriksaan di distributor dan RPK menunjukkan harga Minyak Kita masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Pengecekan terhadap kemasan bantalan juga menunjukkan volume minyak yang sesuai dengan label. Namun, saat tim melakukan sidak di Pasar Susumbolan, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, mereka menemukan ketidaksesuaian volume.

“Setelah melakukan pengukuran sampel, kami menemukan bahwa kemasan botol Minyak Kita produksi CV Mitra Abadi Selalu (Lumajang) kekurangan sebanyak 20 ml dari volume yang tercantum pada kemasan,” ungkap IPDA Ewaldo Tasmi, Kanit Tipidter Polres Tolitoli, pada Selasa (11/3/2025).

Menurut keterangan pedagang di pasar, minyak goreng ini mereka peroleh dari Toko Utama yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan. Berdasarkan informasi tersebut, tim Polres Tolitoli melakukan pengecekan ke gudang Toko Utama. Namun, mereka tidak menemukan stok minyak goreng kemasan botol atau pouch di lokasi tersebut.

“Pemilik toko menjelaskan bahwa stok minyak goreng kemasan botol tersebut sudah habis terjual dan didatangkan dari Surabaya,” tambahnya.

Keterlibatan Dinas Perdagangan dalam Sidak

Pemeriksaan ini juga melibatkan Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli. Dalam sidak, Zulkifli, S.Pi., pengawas perdagangan, serta perwakilan dari Bidang Kemetrologian dan Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, termasuk Kabid Kemetrologian, Jumriah, S.Sos., dan Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Elvi R. Dunggio, SE., turut ambil bagian.

Menanggapi temuan tersebut, pihak kepolisian bersama dinas terkait berencana untuk terus memantau distribusi Minyak Kita untuk memastikan kesesuaian takaran dan harga di pasaran. Masyarakat juga dihimbau untuk lebih cermat saat membeli produk kebutuhan pokok dan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan. (ALM)