DIY, BERITA MERDEKA Online – Pohon Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati, yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan. Biji nyamplung mengandung minyak hingga 70%, yang dapat diolah menjadi biodiesel.
“Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil, seperti bensin dan solar,” kata Praktisi Ekonomi dan Akademisi, Arya Ariyanto, SE., M.Par., Kamis (18/1/2024).
Pengembangan biodiesel dari pohon Nyamplung katanya, perlu menjadi salah satu fokus kebijakan energi nasional, khsusnya menjelang Pemilu 2024.
Menurut Arya, dalam membuat kebijakan tersebut, paslon presiden perlu memperhatikan beberapa hal berikut, Kebijakan yang komprehensif dan berkesinambungan.
“Kebijakan pengembangan biodiesel dari pohon nyamplung harus mencakup semua aspek yang terkait, mulai dari penelitian dan pengembangan teknologi, penyediaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran. Kebijakan tersebut juga harus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Kemudian lanjutnya, peningkatan anggaran penelitian dan pengembangan. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan biji Nyamplung, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi biodiesel.
“Penelitian dan pengembangan teknologi juga perlu dilakukan untuk mengembangkan varietas pohon nyamplung yang memiliki produktivitas dan kualitas yang tinggi,” katanya.
Kemudian, program penanaman pohon Nyamplung secara massal. Pemerintah perlu mengembangkan program penanaman pohon Nyamplung secara massal, untuk menjamin ketersediaan bahan baku biodiesel.
“Program penanaman pohon Nyamplung dapat dilakukan di lahan-lahan yang tidak produktif, seperti lahan kritis dan lahan marginal,” sambungnya.
Pemberian insentif kepada petani dan pengusaha biodiesel. Pemerintah perlu memberikan insentif kepada petani dan pengusaha biodiesel, untuk mendorong pengembangan biodiesel dari pohon Nyamplung.
“Insentif tersebut dapat berupa subsidi harga, keringanan pajak,kemudahan perizinan, subsidi bibit, pupuk, dan pestisida,” ungkapnya.
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat biodiesel. Pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat biodiesel untuk mendorong penggunaan biodiesel.
“Hal ini dapat dilakukan melalui kampanye dan edukasi dan sosialisasi,” imbuhnya.
Arya menambahkan, kebijakan-kebijakan tersebut perlu dirancang dan dilaksanakan secara komprehensif dan berkesinambungan, agar dapat mencapai tujuan.
“Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, meningkatkan pendapatan masyarakat, membantu mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Arya.
“Dengan adanya kebijakan yang tepat, pengembangan biodiesel dari pohon Nyamplung dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” pungkasnya. (TM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan