Padang Panjang, Berita Merdeka – Personel Polsek X Koto bersama tim gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria bernama Afrinaldi (48) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jorong Sawah Parik, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (15/10/2026).

Kasi Humas Polres Padang Panjang IPTU Junaidi, S.H., dalam press release nya menyampaikan bahwa korban yang bekerja sebagai wiraswasta itu diketahui tinggal seorang diri. Berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 72 jam sebelum ditemukan.

Penemuan jenazah bermula ketika Daniati menerima telepon dari Dasrul, kakak kandung korban, yang meminta agar kondisi Afrinaldi diperiksa di rumahnya.

Daniati kemudian mendatangi rumah korban bersama seorang warga. Setibanya di lokasi, mereka mendapati pintu dan jendela rumah terkunci, sedangkan gorden tertutup rapat. Saksi juga mencium bau menyengat dari dalam rumah.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil korban tanpa mendapat jawaban, saksi meminta bantuan warga lainnya. Setelah berkomunikasi dengan Dasrul, salah seorang warga membuka jendela rumah menggunakan linggis.

Dari luar rumah, korban terlihat dalam posisi tengkurap dan tidak memberikan respons. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Wali Nagari Panyalaian, yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian dan petugas kesehatan.

“Sekitar pukul 10.30 WIB, personel Polsek X Koto, personel Polres Padang Panjang, petugas Puskesmas X Koto 2, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang tiba di lokasi untuk melakukan penanganan, mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa kondisi jenazah, dan melaksanakan evakuasi,” ujar IPTU Junaidi, Kamis (15/10).

Kapolsek X Koto, IPTU Martheriko, S.H., M.M., CHRS, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta unsur terkait.

Pria 48 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Panyalaian, Diperkirakan Lebih dari 72 Jam

“Begitu menerima informasi, personel langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan bersama petugas kesehatan dan unsur terkait. Kami juga mengumpulkan keterangan dari para saksi guna memperoleh informasi yang jelas mengenai peristiwa tersebut,” kata Martheriko.

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan dokter Puskesmas X Koto 2, dr. Aulia Rahmi, kondisi jenazah telah mengalami pembengkakan dan perubahan warna menjadi kehitaman. Petugas juga menemukan belatung pada bagian perut hingga wajah korban.

Kondisi jenazah tersebut membuat dokter tidak dapat memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dengan demikian, penyebab kematian belum dapat dipastikan berdasarkan pemeriksaan luar tersebut.

Pihak keluarga menerima peristiwa itu dan tidak menghendaki pemeriksaan lebih lanjut. Setelah penanganan di tempat kejadian perkara selesai, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di belakang rumah korban.

Menurut keterangan keluarga, Afrinaldi tinggal seorang diri dan memiliki riwayat gangguan kejiwaan serta epilepsi. Korban disebut sedang menjalani rawat jalan dan mengonsumsi obat secara rutin.

Martheriko mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama warga yang tinggal seorang diri atau membutuhkan perhatian khusus.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi tetangga dan lingkungan masing-masing. Apabila mengetahui ada warga yang sudah lama tidak terlihat beraktivitas atau membutuhkan pertolongan, segera koordinasikan dengan perangkat nagari, tenaga kesehatan, maupun pihak kepolisian agar dapat dilakukan pengecekan dan penanganan secara cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan, komunikasi antarwarga dan kepedulian sosial penting untuk membantu mendeteksi kondisi darurat sejak dini sehingga pertolongan dapat segera diberikan kepada warga yang membutuhkan.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.