Malang Halal City”, Habib Ali Nilai Pemicu Kelompok Radikal Akan Meluas

Foto: Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid

Beritamerdekaonline.com,Jakarta – “Malang Kota Toleransi, Kota Pendidikan, bukan Kota Halal City”

Hal itu disampaikan oleh Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan(GNK), saat pemerintah pusat belum mengambil sikap tegas terhadap kebijakan Walikota Malang.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan ((GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengatakan saatnya Pemerintah pusat bersikap tegas terhadap pernyataan Walikota Malang menjadikan Malang Halal.

“Hendaknya, pemerintah diranah kementerian Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri dan TNI-Polri bahu-membahu dalam menumpas penyelinap dan pengadu domba keberagaman umat, berikan pemahaman Indonesia yang Pancasilais,” kata Habib Ali kepada awak media, di Jakarta, Senin tadi (7/03/22).

Sebagai warga kota Malang, kata Habib, wajib menjaga Malang sebagai kota yang toleransi, kota yang heterogen dan berpendidikan. “Bukan menjadikan kota Malang yang homogen,” kata Habib Ali.

Dia mengkhawatirkan, pernyataan Walikota Sutardji sama dengan mencederai nilai-nilai luhur anak bangsa yang pluralisme.

Sebelumnya, Wali Kota Sutiaji, menggandeng KAHMI Kota Malang untuk mewujudkan Malang Halal City.

Tentunya, memicu kontra dari kelompok toleransi keberagaman umat. “Malang ini pemicu kelompok radikal dengan menjajah lewat syariat Islam bersama kelompok pengajian radikal,” tandasnya.

Sama saja, kata Habib Ali, dengan melunturkan “kota pelajar” dan kota Malang yang heterogen.

Dia juga mengucapkan syukur karena Presiden RI Joko Widodo telah mengatakan dalam arahannya jangan ada pembiaran terhadap penceramah radikal TNI. “Kelompok radikal ini menjajah lewat pemahaman syariat Islam dan Halal, ini pemicunya di Malang,” pungkas Habib Ali.

Tambahnya, Malang Halal sudah ada di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang 2018-2023. “Inikan, ekosistem halal di Indonesia menurut amanat UU terkait sertifikasi halal,” tandasnya. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.