Padang Panjang, Beritamerdekaonline.com – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang. Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) akhirnya bisa berbuka puasa bersama keluarga dalam momen langka yang sarat makna. Program ini menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam menjaga hubungan kekeluargaan serta memberikan hak bagi WBP untuk merasakan kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Torkis Freddy Siregar, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud pendekatan humanis yang diusung pemasyarakatan dalam membangun hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga mereka.

“Kami menyadari betapa pentingnya kebersamaan bagi warga binaan dan keluarganya. Dengan adanya momen ini, kami berharap bisa memberikan dorongan moral serta mempererat ikatan kekeluargaan, yang juga berperan dalam proses reintegrasi sosial mereka,” ujar Torkis pada Rabu (19/3/2025).

Tangis Bahagia di Balik Jeruji

Bagi para warga binaan, kesempatan berbuka puasa bersama keluarga menjadi momen yang sangat berharga. Salah satu dari mereka mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali merasakan kehangatan keluarga meski dalam keterbatasan.

“Senang sekali bisa berbuka puasa bersama keluarga. Momen ini sangat berarti, karena sudah lama kami tidak merasakan suasana seperti ini,” ucapnya dengan mata berbinar.

Tak hanya sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memiliki dimensi pembinaan moral dan spiritual bagi para warga binaan. Harapannya, mereka semakin termotivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan baik serta terus menjaga hubungan harmonis dengan keluarga.

Antusiasme Keluarga: 156 Orang Hadir di Hari Pertama

Pada hari pertama kegiatan ini, sebanyak 38 warga binaan menerima kunjungan dari 156 anggota keluarga. Mengingat aspek keamanan dan keterbatasan fasilitas, kegiatan berbuka puasa bersama ini akan berlangsung selama dua hari.

Momen seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam proses rehabilitasi sosial warga binaan, sekaligus mempertegas bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi juga tentang pemulihan hubungan dan persiapan kembali ke masyarakat.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.