SEMARANG, BM – Pergantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa menjadi RSUD dr Gunawan Mangunkusumo, secara resmi telah berganti nama. Seluruh Camat di Kabupaten Semarang telah membuat surat edaran kepada seluruh kelurahan yang berada di kabupaten Semarang, untuk mensosialsiasikan nama baru pengganti RUSD Ambarawa kepada masyarakat.

Camat Ungaran Timur, Drs Arief Budianto mengatakan, sesuai surat dari Direktur RSUD Ambarawa Nomor.800/1367/2020, pada tanggal 28 Mei 2020 dan sesuai dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 0220000522265, maka RSUD Ambarawa resmi berubah nama menjadi RSUD dr Gunawan Mangunkusumo.

Foto : Camat Ungaran Timur Drs Arief Budianto usai memberikan keterangan pada BMonline. (Ayu)

“Saya sudah memeberikan himbauan kepada seluruh kades dan kelurahan, untuk berperan aktif menyampaikan informasi pergantian nama tersebut, supaya warga cepat mengetahui bahwa RSUD Ambarawa sudah berganti nama,” kata Arief.

Diketahui, bahwa penetapan nama adik kandung pahlawan kemerdekaan nasional dr Cipto Mangunkusumo sebagai nama RSUD tersebut berdasarkan surat Keputusan Bupati Semarang nomor 180/0094/2020 tanggal 13 Februari 2020.

Dikutip dari berbagai sumber, bahwa sejarah dr Gunawan Mangunkusumo lahir pada tahun 1888 di Jepara. Dia adalah anak ketiga dari delapan anak pasangan keluarga priyayi. Ayahnya menjadi guru bahasa Melayu di sekolah dasar pribumi di Ambarawa.

Jiwa kepahlawanannya diwarisi dari sang kakek, Mangoensastro, seorang abdi Pangeran Diponegoro. Bersama tiga saudaranya, termasuk Tjipto, dia mengikuti pendidikan kedokteran di STOVIA.

Usai mengikuti pendidikan di STOVIA, Gunawan diangkat menjadi Inlandsch Arts oleh Pemerintah. Saat itu Pemerintah membutuhkan tenaga dokter untuk menanggulangi wabah penyakit pes yang terjadi di Malang. Dalam perjalanan hidupnya, Gunawan menikah dengan R. Ay. Sriati, adik kandung dr Sutomo.

Karena memiliki otak cemerlang, dr Gunawan melanjutkan pendidikan dokter di Belanda pada tahun 1917. Setelah tiga tahun, dia meraih gelar diploma doktor pada tahun 1920 dan kembali ke tanah air. Dia lalu berkarya di Kota Palembang.

Setelah tujuh tahun berkiprah di tanah air, dr Gunawan berkesempatan lagi mengembangkan ilmunya ke Belanda. Pada tahun 1927-1928, dia mengadakan penelitian tentang penyakit paru-paru. Sepanjang itu pula dia terus terlibat dalam pergerakan para pemuda mempersiapkan kemerdekaan RI.

Pulang ke tanah air, dr Gunawan bertugas di rumah sakit umum di Semarang. Pada tahun 1929 dia meninggal dunia dan dimakamkan di Ambarawa, Kabupaten Semarang. (Ayu).

Penulis : Ayu