TAPAKTUAN, BMonline – Sambal adalah menu andalan terkesan masakan yang biasa saja, namun bisa menjadi sangat lezat. Akan tetapi kelezatan sambal di Aceh Belum sepopuler sambal lainnya dalam hidangan Nusantara.

Khususnya di Aceh Selatan yang dihuni tiga etnis asli yaitu Aceh, Aneuk Jamee dan Kluet. Aceh Selatan memiliki cirikhas sambal yang berbeda dalam pembuatannya dan itu sudah hampir dilupakan oleh masyarakat daerah sendiri.

Sangat banyak jenis sambal yang ada di Aceh Selatan ini diantaranya, sambal Gunung Runtuh, sambal tokok, sambal sunti, sambal kuini, sambal mancang, sambal ningor, sambal jruk terutung, sambal seumuleng, sambal terasi, sambal bagesoh, sambal udeung hudep, sambal paku aji dan mungkin masih banyak sambal-sambal jenis lain nya yang balum diketahui.

Sedangkan alat dan bahan yang digunakan untuk buat sambal itu, sambal khas bahan endemik di daerah Kluet dan tidak sama dengan daerah lain, serta memiliki nilai-nilainya yang terkandung didalamnya.

Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh (BPNB), Esi hermaliza Peneliti Budaya, yang sedang menginventarisasi budaya daerah, saat ini sedang fokus pada masakan Sambal yang ada di Aceh dan di mulai dari Aceh Selatan.

Menurut Esi Hermaliza mengatakan,  bahwa Aceh memiliki kekhasan tersendiri soal sambal, sehingga banyak sambal yang menjadi andalannya.

“Kita ketahui sambal itu sudah buming dan banyak makanan yang berbasis sambal, contoh nya di Jogja ada restoran yang khusus menyajikan sederet sambal dan banyak jenis sambal yang bisa kita cicipi, tetapi tidak ada sambal khas Aceh, ini yang perlu kita lestarikan sambal khas Aceh,” kata Esi, Sabtu (7/3/2020).

Lanjut Esi, ia ingin mematahkan teori, bahwa sambal itu adalah makanan pendamping atau pelengkap dan tidak di hidangkan menjadi menu utama sebagai mana yang tertulis di buku tata boga/master chef.

“Ternyata sambal itu, tidak perlu ada lauk atau sayur lainnya, bisa dengan menggunakan kelapa, atau disebut dengan sambal kelapa yang di hidangkan pada pagi hari,” ucapnya.

Esi juga menambahkan, sambal tokok itu langsung di makan dengan nasih putih tanpa sayuran, dan sambla menjadikan hidangan utama itu bukan disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi kerena selera termasuk menu yang di rindukan.

Dari Pantauan dan percobaan wartawan beritamerdekaonline.com yang bertugas di Aceh Selatan, pada salah satu rumah milik Yunizar yang paham soal sambal khas Kluet, daerah Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan.

Yunizar langsung mendemo cara membuat sambal udang Peh (Sambal Undang Tokok) yang menjadi sambal khas Kluet. Dengan bahan bahan, diantaranya, Udang beras, Cabe rawit, Belimbing, Bawang, dan Garam

Sedangkan cara membuatnya pun di peragakan oleh Yunizar, dengan cara pertama ia merebus udang hingga setengah masak dan di dinginkan, kemudian Cabe rawit, belimbing di potong-potong dan bawang.

“Semua bahan tersebut di haluskan menggunakan ulek setelah itu giling lagi dengan udang kemudian tambahkan garam secukupnya. Siap di hidangkan dan langsung di santap dengan nasi,” ungkap Yunizar.

“Penyajiannya sangat cocok untuk di pagi hari dan siang hari sesuai selera, dan itu langsung di santap dengan nasi tidak ada tambahan lain,” tandasnya. (Kausar)

Penulis : Kausar


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.