Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online — Di tengah kemeriahan penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026), terselip kisah sederhana yang menyentuh hati.
Di antara prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang menghadiri rangkaian penutupan TMMD, sepasang lanjut usia (lansia) tetap menunjukkan semangat hidup dengan berjualan jajanan tradisional hasil buatan sendiri.
Dengan senyum dan keramahan, sang ibu tampak melayani pembeli yang datang. Di sampingnya, sang suami setia mendampingi. Meski usia telah lanjut, keduanya tetap berusaha mencari nafkah dengan mengandalkan kemampuan dan tenaga yang masih dimiliki.
Bagi mereka, bekerja bukan sekadar untuk mendapatkan penghasilan. Ada semangat untuk tetap mandiri dan tidak menggantungkan hidup sepenuhnya kepada orang lain.
“Kami sudah terbiasa bekerja sejak muda. Selama tenaga masih ada, kami ingin tetap mandiri dan tidak menyusahkan orang lain. Terima kasih kepada Bapak Prajurit yang sudah berkenan mampir. Selamat bertugas kembali, semoga senantiasa diberikan keselamatan,” ujar sang ibu dengan suara lembut.
Sikap tersebut mendapat perhatian dari para prajurit TNI yang hadir. Mereka menyambut pasangan lansia itu dengan penuh kehangatan dan penghormatan.
Bagi prajurit, membeli jajanan yang dijual pasangan tersebut bukan hanya sekadar transaksi. Ada penghargaan terhadap semangat kerja dan keteguhan hati warga yang tetap berusaha di tengah keterbatasan usia.
Momen sederhana itu pun menjadi gambaran lain dari pelaksanaan TMMD di Desa Cukil. Selain menghadirkan pembangunan infrastruktur, program TMMD juga mempertemukan prajurit dengan berbagai cerita kehidupan masyarakat.
Jalan yang dibangun, rumah yang diperbaiki dan berbagai program lainnya memang menjadi hasil nyata TMMD. Namun, nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang tumbuh selama pelaksanaan program menjadi warisan yang tidak kalah penting.
Sepasang lansia tersebut seolah mengingatkan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berbuat dan berkarya. Selama masih memiliki kemampuan, semangat untuk hidup mandiri tetap dapat dijaga.
TMMD Reguler Ke-129 di Desa Cukil memang telah resmi ditutup. Namun, semangat gotong royong, kerja keras dan pantang menyerah yang ditunjukkan masyarakat diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun desa.

Kisah sederhana sepasang lansia yang tetap berjualan di tengah penutupan TMMD itu pun menjadi pesan kuat: pembangunan bukan hanya tentang jalan dan rumah, tetapi juga tentang membangun semangat manusia yang menjalani kehidupan di dalamnya.
Reporter: Ikhsan
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan