BENGKULU, Beritamerdekaonline.com – Serikat Pekerja Merah Putih menggelar aksi damai di depan Gudang Alfamart, Jalan Suprapto Dalam, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi mengenai kesempatan kerja bagi anggota serikat sebagai tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
Setelah menyampaikan aspirasi di depan gudang, perwakilan serikat melanjutkan kegiatan dengan melakukan mediasi bersama pihak manajemen Alfamart. Namun, berdasarkan keterangan Ketua Serikat Pekerja Merah Putih, Krisnanda, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan mengenai tuntutan kesempatan kerja yang diajukan.
Serikat pekerja kini menunggu tanggapan resmi manajemen hingga 5 November 2026. Apabila jawaban yang diterima belum sesuai dengan harapan, mereka menyatakan akan mempertimbangkan menggelar aksi damai lanjutan.
“Untuk sementara, antara pihak Serikat Pekerja Merah Putih dan manajemen Alfamart belum ada titik terang,” ujar Krisnanda kepada awak media seusai mediasi.

Aksi yang dikoordinatori Suherman tersebut berangkat dari harapan anggota Serikat Pekerja Merah Putih agar memperoleh kesempatan bekerja dalam kegiatan bongkar muat barang di Gudang Alfamart.
Menurut pihak serikat, kesempatan kerja itu diharapkan dapat membantu anggota memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Serikat pekerja juga meminta adanya penjelasan mengenai mekanisme pengaturan tenaga kerja bongkar muat di lokasi tersebut. Mereka berharap proses penentuan tenaga kerja dapat dibahas secara terbuka sehingga aspirasi yang disampaikan memperoleh perhatian dari pihak terkait.
Dalam penyampaian aspirasinya, serikat turut menyoroti keterlibatan ketua RT dan ketua RW di Kelurahan Sumber Jaya dalam kegiatan bongkar muat. Mereka berharap peluang kerja dapat dibicarakan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan mekanisme yang berlaku dan kepentingan para pekerja.
Meski demikian, persoalan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak manajemen Alfamart maupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja di lokasi tersebut.
Ketua Serikat Pekerja Merah Putih, Krisnanda, mengatakan pihaknya memberikan waktu kepada manajemen Alfamart hingga 5 November 2026 untuk merespons aspirasi yang telah disampaikan.
“Kami tunggu sampai tanggal 5 November. Jika jawaban manajemen Alfamart tidak memuaskan kami, kami akan mengadakan aksi kembali,” ungkap Krisnanda.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa serikat masih membuka kesempatan bagi penyelesaian persoalan melalui komunikasi dengan manajemen perusahaan.
Serikat berharap tanggapan yang diberikan nantinya dapat menjelaskan posisi perusahaan serta membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai kesempatan kerja bagi anggotanya.
Bagi pihak serikat, kejelasan mekanisme perekrutan atau penempatan tenaga kerja bongkar muat menjadi salah satu hal yang ingin dibicarakan agar persoalan tidak berlarut-larut.
Selain meminta tanggapan manajemen, Serikat Pekerja Merah Putih juga menyoroti tidak hadirnya perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu dan pemerintah setempat dalam mediasi tersebut.
Menurut pihak serikat, keterlibatan Dinas Tenaga Kerja, camat, dan lurah diharapkan dapat membantu memfasilitasi komunikasi antara pekerja dan perusahaan.
Kehadiran unsur pemerintah dinilai penting oleh serikat agar persoalan kesempatan kerja dapat dibahas dengan mempertimbangkan ketentuan ketenagakerjaan serta kepentingan semua pihak.
Serikat berharap pertemuan berikutnya dapat melibatkan pihak-pihak terkait sehingga pembahasan tidak hanya berfokus pada tuntutan pekerja, tetapi juga memberikan ruang bagi manajemen untuk menjelaskan kebijakan dan mekanisme yang diterapkan.
Namun, belum terdapat keterangan dalam bahan pemberitaan ini mengenai alasan ketidakhadiran instansi pemerintah maupun tanggapan mereka atas permintaan tersebut.
Hingga berita ini disusun, Serikat Pekerja Merah Putih masih menunggu jawaban manajemen Alfamart sesuai tenggat yang mereka sampaikan, yakni 5 November 2026. (Anthonius)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan