Beritamerdekaonline.com, Bengkulu – Festival Tabut 2024 resmi berakhir pada Selasa, 16 Juli, dengan prosesi pembuangan Tabut sebagai acara penutup yang sangat dinantikan. Dimulai pada 6 Juli, rangkaian kegiatan festival ini berhasil menarik perhatian banyak orang selama sepuluh hari penuh.
Tema “Keramaian Asli Bengkulu” yang diusung pada Festival Tabut 2024 terbukti sukses menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan. Pada penutupan festival, jalan-jalan utama seperti Universitas Dr. Hazairin hingga Simpang Lima Ratu Samban di kota Bengkulu dipadati oleh masyarakat sejak pagi hari.
Antusiasme tinggi terlihat dari masyarakat yang rela berpanas-panasan di bawah terik matahari untuk menyaksikan pawai Tabut Tebuang. Acara puncak yang berlangsung setahun sekali ini menjadi daya tarik utama yang selalu dinantikan oleh masyarakat Bengkulu.
;Linda, warga Kelurahan Pekan Sabtu Kota Bengkulu, mengungkapkan bahwa Festival Tabut 2024 kali ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya; “Kami ke sini juga menyaksikan tabut dan belanja UMKM,” kata Linda dengan penuh semangat. ;Ia juga berharap Festival Tabut 2025 akan lebih spektakuler lagi;
“Festival Tabut merupakan tradisi tahunan yang telah menjadi bagian penting dari budaya Bengkulu.” Setiap tahun, festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan. Selain itu, festival ini juga mendukung perekonomian lokal dengan adanya berbagai stan UMKM yang menjajakan produk-produk lokal.
Selain pawai Tabut Tebuang, Festival Tabut 2024 juga menampilkan berbagai acara menarik lainnya. Pertunjukan seni dan budaya, lomba-lomba tradisional, serta bazar UMKM menjadi daya tarik tambahan yang membuat festival ini semakin meriah. Tidak hanya masyarakat lokal, festival ini juga menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati keramaian serta keunikan budaya Bengkulu.
Pada prosesi pembuangan Tabut yang menjadi penutup festival, suasana haru dan khidmat terasa sangat kuat. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan prosesi ini dengan penuh antusias. Pembuangan Tabut ini melambangkan pembersihan diri dan penghormatan kepada para leluhur, sehingga menjadi momen yang sangat sakral bagi masyarakat Bengkulu.
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut memeriahkan Festival Tabut 2024. ;Festival Tabut adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan; Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini menunjukkan bahwa kita semua memiliki kebanggaan terhadap budaya kita sendiri,” ujar Rohidin. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama.
Keberhasilan Festival Tabut 2024 tidak lepas dari kerja keras panitia penyelenggara dan dukungan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, hingga para pelaku UMKM yang turut serta dalam festival ini. Kerja sama yang baik ini menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini.
Dengan berakhirnya Festival Tabut 2024, masyarakat Bengkulu berharap tradisi ini akan terus berkembang dan semakin dikenal luas. Harapan besar pun disematkan pada Festival Tabut 2025 agar dapat lebih meriah dan membawa dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat.
Dalam suasana penuh kegembiraan, Festival Tabut 2024 berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam di hati setiap orang yang turut serta. Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya, masyarakat Bengkulu siap menyambut Festival Tabut berikutnya dengan antusiasme yang lebih besar.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Festival Tabut dan berbagai kegiatan budaya di Bengkulu, kunjungi Festival Tabut. Informasi tentang pariwisata dan ekonomi kreatif di Bengkulu dapat diakses di Kemenparekraf.
Editor: Aprianto

Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan