PURWOREJO – Jalur perbukitan yang terjal dan berliku di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, menjadi tantangan nyata bagi personel Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo bersama warga.

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah diprogramkan, Minggu (19/7/2026).

Setiap hari, personel Satgas TMMD bersama masyarakat harus melintasi jalan menanjak dan berkelok sambil mengangkut material pembangunan menuju lokasi pekerjaan.

Medan yang cukup berat menuntut kekompakan, tenaga ekstra, serta kerja sama yang solid agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Anggota Satgas TMMD, Koptu Yulianto, mengatakan tantangan alam justru menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya bergantung pada kerja keras prajurit, tetapi juga dukungan luar biasa dari warga yang selalu terlibat dalam setiap kegiatan.

“Medannya memang cukup berat, tetapi kami tetap bersemangat. Kehadiran warga yang selalu bergotong royong membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan program TMMD,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci kelancaran seluruh sasaran fisik yang tengah dikerjakan.

Dengan semangat gotong royong, pembangunan diharapkan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Melalui TMMD Reguler ke-129, Kodim 0708/Purworejo tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.

Semangat kebersamaan yang terus terjalin di tengah medan yang menantang menjadi bukti bahwa kerja sama dan kepedulian mampu menghadirkan kemajuan bagi Desa Watuduwur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.