Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut juga menghadirkan kedekatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat.

Pemandangan tersebut terlihat Selasa (11/8/2026). Di tengah padatnya aktivitas pembangunan, Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., terlihat aktif berbaur dengan warga di berbagai lokasi sasaran TMMD.

Tidak hanya datang untuk mengecek progres pekerjaan, Dansatgas juga menyempatkan diri menyapa, berbincang, dan mendengarkan cerita masyarakat. Percakapan berlangsung santai tanpa sekat, menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal antara seorang komandan dengan warga desa.

Bagi masyarakat Cukil, kehadiran Dansatgas secara langsung menjadi bentuk perhatian tersendiri. Warga merasa lebih leluasa menyampaikan berbagai masukan, kebutuhan, maupun kendala yang mereka temui selama pelaksanaan program pembangunan.
Bagi Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD.

“TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan, tetapi juga bagaimana kita bisa hadir, berkomunikasi dan bekerja bersama masyarakat. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, berbagai kondisi masyarakat dapat diketahui secara lebih nyata. Masukan dari warga juga menjadi bahan penting untuk memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kedekatan tersebut semakin terlihat dalam aktivitas sehari-hari Satgas TMMD. Di sela pekerjaan, prajurit dan warga tak jarang terlibat obrolan ringan, bercanda, hingga makan bersama.
Suasana seperti itu membuat batas antara prajurit dan masyarakat semakin mencair. TNI tidak hanya hadir sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sosial warga selama program TMMD berlangsung.

Semangat gotong royong pun menjadi pemandangan yang hampir selalu terlihat di lokasi sasaran. Warga secara sukarela membantu personel Satgas menyelesaikan pekerjaan, sementara prajurit TNI turut bahu-membahu bersama masyarakat.

Kerja bersama tersebut bukan hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga melahirkan ikatan kekeluargaan yang lebih kuat.
Bagi masyarakat Desa Cukil, TMMD akhirnya tidak sekadar meninggalkan hasil berupa jalan, rumah, fasilitas umum, maupun sarana lainnya.

Program tersebut juga meninggalkan pengalaman kebersamaan yang mempertemukan TNI dan rakyat dalam satu pekerjaan dan satu tujuan.
Kedekatan Dansatgas dengan masyarakat menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: menyapa, mendengar, berbicara, kemudian bekerja bersama.

Dari komunikasi di pinggir lokasi pembangunan hingga gotong royong di tengah pekerjaan fisik, hubungan emosional itu terus dibangun.
Melalui TMMD Reguler ke-129, Kodim 0714/Salatiga tidak hanya berupaya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.

Sebab, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia yang semakin kuat.
Bersama rakyat, TNI membangun desa. Dari kebersamaan itulah, tumbuh kekuatan untuk mewujudkan Desa Cukil yang semakin maju, aman, dan sejahtera.
(Ikhsan).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.