REDELONG, Beritamerdekaonline.com – Empat orang terlapor kasus penghinaan terhadap Wakil Bupati Bener Meriah mengaku bingung setelah mendapat surat panggilan dari Polres Bener Meriah terkait kasus pengancaman melalui media facebook yang diterima, Kamis (21/4/2022).

Tak tanggung-tanggung mereka juga mengaku akan berkoordinasi dengan para pakar hukum terkait kasus ini dan akan membuat laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Wakil Bupati Bener Meriah Dailami jika memungkinkan.

“Kami merasa tidak pernah melakukan penghinaan apa lagi pengancaman terhadap Wakil Bupati Bener Meriah di media facebook sehingga kami merasa bingung tiba-tiba mendapat surat panggilan dari Polisi atas kasus pengancaman melalui facebook,” ungkap Badri bersama tiga orang lainnya Muhammdin, Ahmad dan Adi Bodo.

Pihaknya juga mengaku sempat membaca berita terkait pernyataan Bupati Bener Meriah yang merasa terhina dan melaporkan empat akun facebook tersebut di sejumlah media online.

“Kami sama sekali tidak menyadari jika orang yang dimaksud wakil bupati itu adalah kami, sehingga kami juga tidak memberikan klarifikasi apa-apa di media,” jelasnya.

Mereka berempat juga mengaku sempat beberapa kali datang ke Pendopo Wakil Bupati Bener Meriah namun sama sekali tidak pernah berbicara langsung dengan Wakil Bupati Bener Meriah untuk mendesak memenangkan proyek.

“Jangankan meminta untuk dimenangkan kami berempat bahkan tidak mendaftar kegiatan apapun di LPSE,” ungkap Badri.

Lebih lanjut katanya mereka juga  bergabung dalam perkumpulan organisasi rempak yang sebelumnya mendukung penuh kepemimpinan Wakil Bupati Bener Meriah.

“Saat itu memang ada perwakilan rempak yang membahas terkait proyek dan berbicara langsung dengan wakil bupati di hadapan kami dan setahu saya tidak kata-kata mendesak untuk dimenangkan” kata Badri dan tiga orang temannya.

“Jika terkait pekerjaan itu ya lebih baik tanya sama abang fii karena saat itu dia sebagai orang yang dituakan berbicara langsung dengan Wakil Bupati dan disaksikan oleh puluhan orang,“ kata mereka.

Sementara itu di tempat terpisah Syafii menegaskan tidak pernah meminta dan mendesak Wakil Bupati Bener Meriah untuk memenangkan proyek.

“Dalam pertemuan itu memang saya ada bertanya apakah bisa dimenangkan namun perlu digaris bawahi kami tidak memaksa namun hanya bertanya” tegasnya.

Ia menambahkan, saat mempertanyakan tentang proyek tersebut, ia juga menggunakan bahasa yang santun dan disaksikan oleh orang banyak yang hadir di pendopo dua saat itu.

“Bagaimana paket dengan empat paket yang didaftar kemarin, apakah bisa menang,” ulang fii meniru cara bicara saat bertemu Wakil Bupati.

Saat itu lanjutnya, Wakil Bupati menjawab bahwa pekerjaan tersebut sudah final dan tidak bisa menang.

“Jika memang tidak bisa menang ya sudah dan ini terakhir kali kami bersilaturahmi ke pendopo ini dan jika ada salah kami mohon maaf dan sebaliknya jika ada kesalahan bapak Wakil Bupati sudah kami maafkan, berizin murum-murum,“ jawab Fii menceritakan sambil meninggalkan pendopo wakil.

Menurutnya, alasan pihaknya bertanya pekerjaan tersebut akibat sebelumnya kata fii, Dailami sendiri yang memerintahkannya untuk mengikuti proses tender sambil memberikan ceklist pekerjaan melalui direktur PDAM Salman.

Menurutnya ada 7 paket pekerjaan yang sebelumnya diperintahkan oleh wakil Bupati Bener Meriah untuk diikuti, namun pada akhirnya tidak satu pun yang menangkan karena berbagai alasan yang tidak logis.

Sebelumnya fii juga menceritakan,   anggota perkumpulan rempak tanpa dihadiri oleh dirinya sempat bertemu dengan Wakil Bupati dan sempat berencana ingin memberikan dua ekor lembu serta uang senilai Rp 250.000 per orang untuk biaya megang.

Setelah itu katanya, beberapa anggota rempak sempat menghubunginya dan menyampaikan kesepakatan bersama untuk tidak menerima pemberian tersebut sehingga mereka secara bersama-sama kembali ke pendopo wakil bupati untuk menyampaikan hal itu.

Pihaknya juga mengaku menyesalkan sikap Wakil Bupati Bener Meriah yang kekanak-kanakan dan dinilai terlalu arogansi dengan membuat laporan polisi kepada orang yang sebelumnya sangat mendukung kepemimpinannya.

Menurutnya, Wakil Bupati Bener Meriah juga terlalu baper dan menanggapi hal-hal yang seharusnya tidak perlu ditanggapi di facebook.

”Seharusnya beliau lebih pokus di masa akhir kepemimpinannya bukan malah menunjukan sifat arogansi dan menghabiskan energi dengan sikap nyeleneh,” tandas Syafii.   (***)