ACEH BARAT, BERITA MERDEKA Online – Tokoh Muda Woyla T. Ediman Saputra, SH berharap pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Provinsi Aceh untuk mencari Solusi atasi banjir yang kerap terjadi di kawasan lintas jalan Ateung Teupat Kecamatan Bubon, karena ini merupakan akses jalan penghubung Samatiga – Woyla.

Dikatakan Ediman bahwa kawasan Ateung Teupat Kecamatan Bubon selama ini memang menjadi langganan banjir saat dilanda hujan lebat. akibatnya sangat menggangu aktifitas masyarakat dan para pengguna jalan, kalau kenderaan roda dua bisa lewat tapi sepeda motor sering mogok bahkan tidak berani menerobos banjir tersebut karena ketinggian air mencapai 90 cm, kata Ediman kepada awak media ini, Selasa (14/5-2024).

Ediman berharap pemerintah daerah segera membangun parit permanen di kanan-kiri jalan agar jalur pembuangan airnya lancar walaupun hujan lebat berkepanjangan. Sebab kejadian musibah banjir dilintas ateung teupat ini terus terjadi setiap tahunnya dan bila perlu dibangun jembatan layang, harapnya.

Sambungnya, jika air sudah mengenangi badan jalan, biasanya bertahan tiga hari kedepan, sehingga sangat menganggu aktivitas warga dan para pengguna kendaraan. Kenderaan roda empat bisa melintas, tapi sepeda motor harus mengunakan jasa becak barang untuk bisa melintas dengan mengeluarkan biaya, terang tokoh muda Woyla Ediman.

“Persoalan banjir yang sering melanda lintasan ateung teupat kecamatan Bubon ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat dan juga provinsi Aceh serta juga pihak DPRK Aceh Barat dan DPRA harus memikirkan bagaimana solusi untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi dilintas ateung teupat setiap tahunnya karena ini menyangkut hasrat hidup penduduk Woyla Raya, Pungkas Tokoh Muda Woyla T. Ediman Saputra, SH (Almanudar)