KLUET UTARA, BMonline – Warga Desa Kota Fajar mengadakan bakar beras dalam bambu (lemang), termasuk salah satu tradisi dalam menyambut bulan Suci Ramadhan di Kecamatan Kluet Utara.
Berdasarkan pantauan beritamerdekaonline.com, salah satu rumah warga, kaum perempuan mulai jelang siang di setiap rumah tangga nampak sibuk melemang, Senin (20/04/2020).
Salah satunya Suwarman (45), warga Desa Kota Fajar mengatakan, tradisi ini sudah turun temurun sejak dari nenek monyang.
“Tradisi memasak lemang bambu yang dilakukan secara turun temurun tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan dibagikan kepada warga sekitar untuk mempererat silaturahmi,” kata Pak Suwarman sebagai warga kota fajar.
Lanjutnya, Selain untuk menyambut Ramadhan, Lemang bambu yang dibakar merupakan salah satu makanan khas paling diminati warga Selain karena kelezatannya, lemang menjadi spesial dan selalu dirindukan pada saat berbuka puasa.
Menurut Suwarman, lemang itu terbagi Beberapa jenis bahan dasar yang bisa di jadikan lemang diantaranya Lemang Beras ketan putih/hitam (Lemang Pulut), beras ketan campur jagung/kacang hijau, Lemang Ubi/singkong (Lemang Gadung) dan lemang labu.
“Bahan yang yang di gunakan, beras, santan, garam, dan air tebu/gula aren. Semua bahan di satukan dan di masukkan kedalam bambu yang didalamnya sudah dilapisi daun pisang dan siap di bakar dengan bara api. Untuk prosesnya masak lemang ini, memakan waktu 4-5 jam,” Ungkapnya. (Kausar).
Penulis : Kausar
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan