Beritamerdekaonline.com, Kepahiang – Senin, 16 Juli 2024, menjadi hari penuh duka bagi pasangan suami istri warga Desa Lubuk Penyamun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang. Putra mereka meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi pasca imunisasi di Puskesmas Durian Depun. Insiden ini berawal ketika pada tanggal 1 Juli 2024, pasangan tersebut membawa balita mereka untuk imunisasi dalam kegiatan Posyandu. Sepulangnya, balita tersebut mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda.

Menyadari kondisi balita yang semakin memburuk, keluarga membawanya ke praktik dokter terdekat yang kemudian merujuknya ke rumah sakit di jalur dua Merigi. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, balita tersebut sudah tidak bisa tertolong lagi. Kejadian ini dinilai janggal oleh keluarga yang kemudian melaporkannya kepada pemerintah Desa Lubuk Penyamun dan Polres Kepahiang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Riri Damayanti dan Ujang Irmansyah Lengkapi Syarat Dukungan untuk Pilkada Kepahiang 2024

Menurut keterangan dari keluarga, mereka sebelumnya sudah memberitahukan kondisi balita yang sedang tidak sehat kepada petugas Posyandu. Namun, petugas tetap melakukan imunisasi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, menjelaskan bahwa demam pasca imunisasi adalah hal yang biasa terjadi. Namun, berdasarkan keterangan dokter yang menangani, balita tersebut sudah memiliki penyakit bawaan yaitu Pertusis (batuk rejan).

Dikutip dari laman web media Kabar Jurnalis (14/07/2024), keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap penanganan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Mereka berharap ada tindakan tegas dan penyelidikan yang transparan terhadap kasus ini. “Keluarga menyebutkan, “InsyaAllah, Senin besok kita akan mendatangi Polres Kepahiang untuk melaporkan kejadian ini agar ada proses penyelidikan yang dilakukan”.

Baca Juga: Dugaan Malpraktik di Klinik Bersalin Kepahiang, Rustam Efendi Laporkan Bidan ke Polda Bengkulu

Kejadian tragis ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang prosedur imunisasi dan penanganan petugas kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang sudah menerima laporan tersebut dan menyatakan bahwa demam setelah imunisasi adalah efek biasa. Namun, adanya penyakit bawaan pada balita menjadi faktor yang memperparah kondisi. “Insiden ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keamanan dan kualitas layanan kesehatan”.

Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur imunisasi dan penanganan kasus ini, kunjungi Website Resmi Pemerintah Kabupaten Kepahiang.

Editor: Sampur