Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu terus melakukan terobosan besar guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tidak hanya fokus pada rehabilitasi mental, rumah sakit ini kini bertransformasi menuju rumah sakit umum dengan keunggulan layanan jiwa, didukung oleh fasilitas medis mutakhir yang belum dimiliki fasilitas kesehatan lain di Bumi Merah Putih.

Direktur RSKJ Soeprapto dr. Herry Permana, MKM mengungkapkan bahwa optimalisasi pelayanan telah dimulai sejak tahun anggaran 2025 melalui renovasi besar-besaran gedung operasional. Selain perbaikan infrastruktur, pihak rumah sakit juga memberikan perhatian personal terhadap estetika dan kebersihan pasien. Berdasarkan arahan pimpinan, kini tersedia layanan serupa “salon” di dalam rumah sakit.
“Kami ingin pasien yang akan pulang atau mereka yang rambutnya sudah gimbal dan tidak terawat, bisa dibersihkan. Kami sudah menyediakan tempat khusus. Para perawat kami yang bertindak sebagai tenaga profesional untuk memotong rambut, mencuci, dan merapikan pasien hingga bersih layaknya pelayanan salon,” ujar Herry, di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Keunggulan Program Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Salah satu program unggulan yang kini tengah berkembang pesat adalah layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Fasilitas ini ditujukan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu agar tidak perlu lagi membawa anak-anak mereka berobat ke luar daerah. Layanan ini mencakup terapi untuk autisme, keterlambatan bicara (speech delay), hingga keterlambatan motorik atau telat berjalan.
Keberhasilan program ini terlihat dari lonjakan signifikan jumlah pasien. Jika pada periode 2021-2022 jumlah pasien hanya berkisar di angka 70 orang, saat ini angkanya meningkat dua kali lipat menjadi 170 pasien, bahkan telah masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk sesi terapi.
Layanan Terintegrasi dan Teknologi Medis Mutakhir
Selain fokus pada jiwa dan ABK, RSKJ Soeprapto juga membuka layanan rehabilitasi narkoba yang pembiayaannya didukung langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rumah sakit ini pun mulai membenahi diri dengan menghadirkan berbagai poli spesialis, mulai dari Poli Penyakit Dalam, Poli Saraf, Poli Anak, Fisioterapi, hingga Poli THT.
“Harapan kami ke depan, rumah sakit ini berkembang menjadi rumah sakit umum dengan unggulan jiwa. Kami ingin masyarakat tahu bahwa hampir seluruh pelayanan kami, termasuk untuk layanan ABK dan poli spesialis, telah terakomodasi oleh BPJS Kesehatan. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu atau takut lagi untuk datang berobat,” tambahnya.
Loncatan teknologi medis juga ditunjukkan dengan kepemilikan alat TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) pada unit fisioterapi. Alat canggih ini digunakan untuk menstimulasi saraf bagi pasien gangguan jiwa dan penderita stroke. Menariknya, RSKJ Soeprapto menjadi satu-satunya pemilik teknologi ini di Provinsi Bengkulu.
Dengan adanya teknologi TMS dan ketersediaan dokter spesialis fisioterapi, warga Bengkulu yang membutuhkan pemulihan stroke tidak perlu lagi merujuk ke Jakarta atau kota besar lainnya. Transformasi ini diharapkan memperkuat posisi RSKJ Soeprapto sebagai pusat layanan kesehatan yang inklusif, modern, dan profesional di Provinsi Bengkulu.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan