Pangkalpinang, Berita Merdeka Online — Wujud kepedulian dan ketulusan hati kembali ditunjukkan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Drs. Saparudin, M.T., Ph.D., atau yang akrab disapa Prof. Udin. Usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Ar-Rahman Kejaksaan, Jumat (7/11/2025), beliau menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada pengurus masjid tersebut.
Menariknya, bantuan ini bukan berasal dari anggaran pemerintah, melainkan merupakan nazar pribadi Prof. Udin untuk masyarakat dan jamaah Masjid Ar-Rahman.
“Ini nazar saya. Saya ingin apa yang saya miliki bisa bermanfaat untuk masyarakat. Semoga ambulans ini membantu jamaah dan warga sekitar saat membutuhkan,” ujar Prof. Udin dengan suara lembut penuh kerendahan hati.
Menurutnya, ambulans tersebut diharapkan menjadi sarana penting bagi masyarakat sekitar masjid yang membutuhkan bantuan darurat, baik untuk pasien yang hendak dirujuk ke rumah sakit maupun pengantaran jenazah.

Penyerahan ambulans ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Seusai ibadah Jumat, jamaah dan pengurus masjid menyambut gembira aksi tulus Wali Kota yang menepati janjinya kepada Allah dan umat.
Bagi masyarakat Pangkalpinang, tindakan Prof. Udin ini bukan hal baru. Sebelumnya, ia juga dikenal sering turun langsung ke lapangan membantu warga tanpa protokol rumit, menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi tentang keteladanan dan empati.
Tokoh masyarakat sekaligus pembina pengurus Masjid Ar-Rahman, Farid Effendi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada Wali Kota atas bantuan mobil ambulans ini. Ini sangat membantu pengurus masjid dan warga sekitar, terutama untuk warga yang akan berobat atau dirujuk ke rumah sakit maupun membawa jenazah,” ujarnya dengan haru.
Farid menegaskan, pihak masjid akan menjaga dan memanfaatkan ambulans tersebut dengan sebaik-baiknya demi kepentingan umat.
Bagi Prof. Udin, pemberian ambulans ini bukan semata aksi sosial, tetapi juga bentuk pengabdian spiritual. Nazar yang ia tunaikan mencerminkan bahwa kepemimpinan sejati berakar pada keikhlasan hati dan ketulusan dalam melayani.
“Menjadi pemimpin itu bukan tentang seberapa tinggi jabatan, tapi seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain,” ucapnya singkat namun menyentuh.
Aksi kecil penuh makna ini menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia tidak selalu harus melalui proyek besar atau peraturan baru. Kadang, satu tindakan sederhana dengan niat yang tulus dapat menghadirkan kesejukan dan menguatkan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Sore itu, suasana di Masjid Ar-Rahman terasa lebih sejuk dari biasanya — bukan hanya karena angin sore yang berhembus lembut, tetapi karena hadirnya kasih seorang pemimpin yang berbuat tanpa pamrih, menepati janji dan menebar manfaat untuk sesama. (S4f)




Tinggalkan Balasan