Pangkalpinang, Beritamerdekaonline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SAPMA Fest 2026 sebagai ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas generasi muda. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, melalui kehadiran Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kamis (15/1/2026).
SAPMA Fest 2026 yang digelar selama tiga hari ini merupakan agenda kreatif yang diinisiasi oleh SAPMA Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang. Festival ini memadukan berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan hiburan, mulai dari bazar UMKM lokal, pameran produk kreatif, hingga festival band pelajar dan mahasiswa.
Wali Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana strategis untuk menumbuhkan potensi ekonomi kreatif di kalangan anak muda.

“Kami mendukung penuh SAPMA Fest 2026 sebagai wadah untuk membangkitkan kreativitas, inovasi, dan semangat berkarya generasi muda Pangkalpinang,” kata Prof. Saparudin dalam pernyataannya yang disampaikan Juhaini.
Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kreatif, termasuk musik, seni, kuliner, dan kewirausahaan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran organisasi Pemuda Pancasila, di antaranya Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta sekretaris, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pangkalpinang, serta Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Bangka Belitung.
SAPMA Pemuda Pancasila merupakan organisasi sayap Pemuda Pancasila yang beranggotakan siswa, pelajar, dan mahasiswa. Organisasi ini berfokus pada penguatan karakter generasi muda melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, pengembangan kapasitas intelektual, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif.
Ketua Pelaksana SAPMA Fest 2026, Yoshua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, peserta, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi, terutama dalam festival band pelajar.
Namun demikian, panitia juga mencatat adanya kendala terkait perizinan dari sejumlah sekolah yang belum memberikan izin kepada siswanya untuk mengikuti festival band.
“Masih ada sekolah yang belum mengizinkan siswanya tampil, padahal banyak pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang musik. Padahal festival ini menjadi ruang positif untuk menyalurkan bakat tersebut,” ujar Yoshua.
Menanggapi hal tersebut, Juhaini menyatakan akan menyampaikan aspirasi panitia kepada Wali Kota Pangkalpinang dan perangkat daerah terkait. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung kegiatan-kegiatan kreatif yang bersifat edukatif dan membangun karakter generasi muda.
“Kegiatan seperti SAPMA Fest ini sangat positif. Tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal. Pemerintah tentu mendukung penuh,” tegas Juhaini.
Ia berharap SAPMA Fest dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda Pangkalpinang yang kreatif, berkarakter, dan produktif. (S4F)




Tinggalkan Balasan