Pangkalpinang, BeritaMerdekaOnline.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak hanya fokus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, tetapi juga mulai menjajaki pengembangan unit usaha baru melalui produksi air minum dalam kemasan (AMDK) oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pangkalpinang.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin, didampingi PLT Direktur PDAM Pangkalpinang Agus, melakukan studi banding ke Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (19/1/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung model bisnis, tata kelola, serta regulasi pengelolaan unit usaha air minum dalam kemasan yang telah diterapkan PDAM Tirtamarta.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin saat kunjungan ke PDAM Tirtamarta Yogyakarta.

PLT Direktur PDAM Pangkalpinang, Agus, mengatakan bahwa studi banding ini menjadi bagian dari upaya serius perusahaan daerah dalam mengembangkan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

“Kehadiran kami di PDAM Tirtamarta Yogyakarta untuk belajar dan mencari referensi terkait produk air minum dalam kemasan. Ini peluang usaha yang bisa dijajaki PDAM Pangkalpinang agar ke depan memiliki produk sendiri,” ujar Agus, Rabu (21/1/2026).

Menurut Agus, Wali Kota Pangkalpinang memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut, karena dinilai dapat memperkuat kinerja bisnis PDAM sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami juga mempelajari bagaimana awal unit usaha ini dibentuk, tata kelolanya, aspek regulasi hingga akhirnya bisa dipasarkan dan diterima masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin menegaskan bahwa pengembangan unit usaha PDAM merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menciptakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mandiri dan inovatif.

“Semua program yang memberikan dampak positif bagi PDAM Pangkalpinang tentu saya dukung. Dari Yogyakarta kita sudah melihat contoh nyata, dan Pangkalpinang juga harus bisa memiliki produk air minum dalam kemasan sendiri,” kata Prof. Udin optimistis.

Ia menilai, selain meningkatkan pelayanan publik, diversifikasi usaha PDAM juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing BUMD di sektor industri air minum.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap, hasil studi banding tersebut dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kajian teknis dan bisnis, sehingga produksi air minum dalam kemasan oleh PDAM dapat direalisasikan secara bertahap. (S4F))