BRATISLAWA, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, Indonesia menggunakan empat tingkat pendekatan dalam menjaga harmoni, kedamaian, dan kerukunan. Wapres menyampaikan itu saat menghadiri Dialog Lintas Agama di Grand Hotel River Park, Bratislawa, Slowakia, Senin (28/11/2023).

“Pertama bingkai teologis. Menyosialisasikan teologi kerukunan dan kedamaian pada masing-masing agama yang ada di Indonesia,” kata Wapres.

Kedua, tambahnya, bingkai politik, yakni penguatan loyalitas kesepakatan nasional. Penguatan dilakukan kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA : Baznas RI Serahkan Bantuan Air Bersih Dan Makanan Untuk Masyarakat Palestina – Berita Merdeka Online

Ketiga, kata Wapres, bingkai sosiologis, yakni revitalisasi kearifan lokal yang mendukung kehidupan yang damai dan rukun. Sebab, berbagai daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal untuk menyelesaikan pertikaian dan konflik.

“Umat Islam di Indonesia didorong merekatkan ikatan persaudaraan yang meliputi persaudaraan dalam agama Islam, persaudaraan keagamaan. Kemudian, persaudaraan kebangsaan dan persaudaraan kemanusiaan,” ujar Wapres.

Acara ini bertajuk “Penguatan Promosi Dialog Antarbudaya dan Antaragama Sebagai Fondasi Perdamaian Dunia”. Wapres pun menekankan tentang pentingnya keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai forum lintas agama yang independen.

“Di samping itu, kami juga membentuk FKUB, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang anggotanya terdiri dari majelis-majelis agama. Untuk mencegah dan menyelesaikan konflik berlatar belakang agama,” ucap Wapres.

Wapres menyerukan agar para pemuka agama di dunia bersama-sama mencari solusi damai atas konflik global. Upaya ini dapat dilakukan melalui dialog lintas pemeluk agama.

“Kita harus memperkuat moderasi dan toleransi, solusi manajemen moderasi beragama merupakan instrumen penting dalam mencegah konflik. Sehingga, terwujud tatanan dunia yang damai,” katanya.

Ia pun menginisiasi dibentuknya platform kerja sama antara Indonesia dan Slowakia, berupa pertukaran saling kunjung pemimpin agama. Hal ini dimaksudkan guna menguatkan pemahaman budaya dan lintas agama.

“Saya yakin, ada banyak gagasan dan pengalaman yang dapat dibagi antara Indonesia dan Slowakia. Dalam rangka memperkuat moderasi dan toleransi antara umat manusia di dunia,” ujarnya. (INT)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.