Tanah Datar (Sumbar), Berita Merdeka Online — Sejumlah warga Jorong Solok, Kenagarian Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap pembangunan jembatan yang putus akibat bencana galodo dan tanah longsor yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Zal bersama beberapa warga lainnya kepada beritamerdekaonline.com saat ditemui di Jorong Solok, Senin (19/1/2026). Mereka menilai hingga kini belum ada realisasi pembangunan jembatan permanen, sementara akses vital masyarakat masih bergantung pada jembatan darurat.

Dari pantauan langsung di lokasi, warga terlihat harus melintasi jembatan darurat yang terbuat dari batang bambu sebagai satu-satunya jalur penghubung untuk beraktivitas sehari-hari.

Jembatan tersebut berada di aliran Batang Limau Kambiang atau dikenal masyarakat setempat sebagai Aia Batumbuak.

Warga Jorong Solok melintasi jembatan darurat bambu di Batang Limau Kambiang pascagalodo Tanah Datar
Warga Jorong Solok, Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, terpaksa melintasi jembatan darurat bambu akibat jembatan permanen putus diterjang galodo.

Zal menjelaskan, jembatan darurat yang saat ini digunakan merupakan jembatan kedua yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Sebelumnya, jembatan darurat pertama sempat hanyut akibat tingginya debit air saat hujan deras pascabencana.

“Ini jembatan darurat kedua yang kami bangun. Jembatan darurat pertama hanyut saat hujan deras pascabencana beberapa waktu lalu,” ujar Zal.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya. Mereka juga menyebutkan, sekitar 20 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut kini hanya mengandalkan jembatan darurat tersebut untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk ke ladang, sekolah, dan keperluan mendesak lainnya.

“Beginilah keadaan kami sejak terjadinya bencana galodo dan tanah longsor pada 27 November 2025 lalu. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan pihak terkait dapat segera membangun jembatan ini,” ungkap seorang warga.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi konkret demi keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat yang terdampak bencana.

(Charles Nasution)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.