SRAGEN, Berita Merdeka Online – Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur desa, TNI juga aktif memberikan edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga, salah satunya melalui penyuluhan peternakan tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung di lokasi TMMD Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Kamis (7/5/2026).
Puluhan warga, khususnya para peternak, mengikuti kegiatan itu dengan antusias karena materi yang disampaikan sangat berkaitan dengan usaha ternak yang mereka jalankan sehari-hari.
Penyuluhan menghadirkan narasumber dari BPP Kecamatan Karangmalang bidang peternakan, Budi, yang menjelaskan secara rinci mengenai bahaya PMK serta langkah pencegahan agar wabah tersebut tidak kembali merugikan masyarakat.
Menurut Budi, PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan babi.
Meski penyakit ini tidak menular kepada manusia, tingkat penyebarannya antarhewan sangat cepat dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak.
“Memasuki musim pancaroba, peternak harus lebih waspada karena perubahan cuaca membuat virus lebih mudah berkembang dan menyebar. Jika tidak ditangani sejak awal, kerugian yang ditimbulkan bisa sangat besar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para peternak agar segera mengenali gejala awal PMK, seperti demam tinggi, keluarnya air liur berlebihan, luka pada mulut dan sela kuku, serta kondisi ternak yang lemas dan sulit berdiri.
Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan tidak meluas.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para peternak aktif bertanya tentang penanganan awal hewan yang terindikasi PMK, cara menjaga kebersihan kandang, hingga upaya pencegahan agar wabah tidak menyebar ke ternak lainnya.
Anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menyampaikan bahwa kegiatan nonfisik seperti ini menjadi bagian penting dalam program TMMD.
TNI ingin hadir tidak hanya melalui pembangunan sarana fisik, tetapi juga lewat peningkatan wawasan masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai persoalan di lingkungan mereka.
“TMMD bukan hanya membangun jalan dan fasilitas desa, tetapi juga membangun kesadaran serta pengetahuan masyarakat agar kehidupan mereka semakin baik,” ujar salah satu anggota Satgas.
Melalui penyuluhan ini, Satgas TMMD berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan hewan ternak, mampu mencegah penyebaran PMK, serta menjaga produktivitas peternakan sebagai salah satu sumber ekonomi keluarga.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar hadir melalui kerja nyata, kepedulian, dan pengabdian demi mewujudkan desa yang maju, sehat, dan mandiri.




Tinggalkan Balasan