‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Minuman tradisional berbahan rempah kini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya cabang keempat Wedang Uwuh Rempah Nusantara yang resmi dibuka di Jenonk Cafe & Roastery, Bengkulu. Kehadiran cabang terbaru ini menambah deretan usaha kuliner berbasis rempah asli Nusantara yang semakin berkembang.

Wedang Uwuh Rempah Nusantara Buka Cabang Keempat di Jenonk Cafe & Roastery, Penurunan, Kota Bengkulu.


‎Owner Wedang Uwuh Rempah Nusantara, Wiwin, yang didampingi suami nya Feki, menceritakan perjalanan awal usaha tersebut. Ia menuturkan bahwa ketika pertama kali merintis, usaha ini dikelola bersama teman. Seiring berjalannya waktu, masing-masing akhirnya mengembangkan usaha sendiri. Wiwin kemudian membuka cabang pertama di Padang Kemiling, dan hingga kini berhasil memperluas ke beberapa titik lain di Bengkulu, yaitu Kebun Tebeng, Tanah Patah, Penurunan, serta yang terbaru di Jenonk.

‎Nama Wedang Uwuh Rempah Nusantara sendiri dipilih dengan filosofi yang unik. Dalam bahasa Jawa, “uwuh” berarti sampah, namun yang dimaksud adalah “sampah rempah” yang diracik dalam satu gelas minuman hangat.

‎“Kita mengusung rempah asli Indonesia. Harapannya, wedang ini diterima masyarakat luas karena selain nikmat, juga menyehatkan tubuh,” jelas Wiwin, di Jenonk Cafe & Roastery, Selasa malam (20/8/2025).

‎Beberapa rempah yang menjadi bahan utama di antaranya jahe, kapulaga, bunga lawang, hingga cengkeh. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari original, tolak angin, STMJ, hingga stamina. Salah satu menu andalan adalah jahe susu, minuman berwarna merah muda yang sekilas menyerupai bandrek. Untuk pengunjung perempuan, menu rimpang menjadi favorit karena menggunakan rempah yang lebih lengkap.

‎Wiwin menegaskan, setiap menu memiliki racikan khusus sehingga pelanggan dapat memilih sesuai kebutuhan.

‎“Kalau stamina pakai telur bebek, sedangkan STMJ menggunakan telur ayam kampung. Komposisi ini memang disesuaikan dengan selera dan manfaatnya,” tambahnya.

‎Terkait bahan baku, Wiwin menyampaikan bahwa pihaknya mengutamakan hasil lokal. Jahe, merica, hingga cengkeh sebagian besar diperoleh dari petani Bengkulu. Namun jika kualitas kurang atau tidak tersedia, barulah pihaknya mengambil dari luar daerah.

‎Meski baru dua minggu beroperasi di Jenonk, antusiasme masyarakat mulai terlihat. Saat ini tim Wedang Uwuh masih gencar melakukan promosi agar kedai terbaru dapat dikenal luas.

‎“Harapannya bisa seperti cabang lain, ramai dikunjungi masyarakat. Semoga ke depan bisa terus berkembang. Selain itu, disini juga ruangannya nyaman ber-AC, tidak kehujanan, dan parkir luas serta bisa karokean,” ujar Wiwin optimistis.

‎Dengan hadirnya cabang keempat ini, Wedang Uwuh Rempah Nusantara semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu brand lokal yang konsisten mengangkat kekayaan rempah Nusantara. Tidak hanya sebagai minuman tradisional, wedang juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mulai digemari anak muda.