Berita Merdeka Online, Aceh Timur – Pungutan liar dan teror di perbatasan Aceh dengan Sumatra utara kian meresahkan, pasalnya banyak masyarakat Aceh yang menjadi Korban Pemerasan terutama yang mengunakan mobil Roda 4 dan para supir truk yang berasal dari Aceh Tujuan Medan. Baru baru ini terjadi pemerasan yang di lakukan oleh Banpol (Bantuan Polisi) di kawasan Pos polantas Kabupatenn Langkat.
Ketua Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin(Foto),dalam Siaran Rilis Nya di kirim ke biro Wartawan Berita Media Merdeka online Aceh Timur, Aceh,Minggu (22/01/2022), pukul 21.30 wib mengatakan Menurut Hemat kami sebenarnya tidak ada istilah banpol, Apa banpol itu, dalam aturan tidak ada banpol itu hanya Penamaan saja safaruddin mempertanyakan ,boleh apa tidak polisi memperbantukan masyarakat dalam melakukan kegiatan razia polisi,Kita mendesak Kapolda Sumatra Utara untuk bisa memberantas Banpol dan Oknum polisi yang selama ini sering memeras dan meneror masyarakat Aceh yang memasuki Propinsi Sumatra Utara. Ungkap safaruddin
Jadi jangan banyak alibi, Sekali lagi saya minta Polda sumatra utara maupun propam agar serius menangani kasus yang baru baru terjadi terhadap pemerasan penumpang Bus yang menuju ke medan, Arti nya banpol dan oknum polisi harus di periksa,dan proses hukum para oknum polantas yang terlibat,tentunya kita sangat mengapresiasi kepada kinerja polda sumut ujar safaruddin,
Kami rencananya mau membuat posko pengaduan dan apabila masyarakat ingin sampaikan pengaduan dengan hot line Wa 085216135502 pemerasan oleh bajingan jalanan itu, jadi menurut kami orang orang yang melakukan pemerasaan di jalan itu banjingan jalanan tegas ketua yara dengan Nada Geram yang selaku Putra kelahiran Aceh Timur. (MR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan