Oleh: Adhis Iqbal Ramadhan, Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia
Mengenal Sosok Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau akrab disapa prabowo. lahir di jakarta pada tanggal 17 Oktober 1951, dan sekarang beliau sudah berusia 70 tahun. Beliau menghabiskan masa kecilnya di luar negeri dengan keluarganya. Ketertarikan nya terhadap tentara terpengaruh dari pamannya, Soebianto Djojohadikusumo yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Selama kariernya, beliau menempuh akademi Militer di Magelang pada tahun 1974 sebagai seorang letnan dua, beliau mendapat penghargaan sebagai komandan tempur termuda tentara, juga memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Karirnya melambung tinggi sesudah menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus pada tahun 1983, 1996 Prabowo sebagai Komandan Jenderal pada korps tersebut. Prabowo beralih ke politik dengan menjadi ketua atau pemimpin Partai Gerakan Indonesia Raya dari 2008 hingga 2025. dan pada pemilihan presiden periode 2014-2019 Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden Indonesia dan sekarang Prabowo dipercaya menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-26 dari 2019 hingga 2024.
Prabowo Itu Seorang Leader Bukan Sebagai Manager!
kepemimpinan karismatik Prabowo yang pemberani, teguh pendirian, nasionalis, patriotik dan pengalamannya sebagai militer (mantan Jenderal Kopassus TNI dan terjun pada operasi militer di Timor Timur), kejujuran, amanat, kedermawanan dan kerendahan hati, juga dapat meningkatkan daya tarik dan simpati seluruh rakyat Indonesia terhadap total suara calon presiden (capres) /calon wakil presiden (cawapres) Prabowo/Sandi untuk Pemilu Republik Indonesia 2019. Prabowo dinilai memiliki etika baik dan ikhlas bekerja untuk kesejahteraan rakyat kecilnya dan dikatakan mampu memulihkan sumber daya alam karena banyak dikelola asing. Orang-orang percaya bahwa dengan gaya kepemimpinan dan kepribadian Prabowo, mereka akan mampu menentang campur tangan asing dalam perkembangan di Indonesia dan dapat menangkal perselisihan terhadap kelompok, etnis dan agama. Hal ini juga sesuai traits theory dengan karakteristik gaya followers impulsive yang dinyatakan oleh Zaleznik bahwa followers pada tipe ini cenderung mencoba untuk mengambil peran atau menjadi pemimpin.
Apakah prabowo subianto dengan pengalaman militer akan bergaya kepemimpinan otoriter?
Sebagai seorang pemimpin, bertindak atas hubungan antara perilaku, tugas, perilaku relasional dan tingkat kedewasaan bawahan. Karisma memiliki konotasi positif dan menunjukkan kualitas seorang pemimpin yang membuat banyak orang diinginkan olehnya. Nilai prajurit sudah tertanam dalam dirinya, bahkan jika dia menganggap dunia bisnis sama dengan militer dan keprajuritan. Keduanya harus memiliki pikiran yang tidak fleksibel. Prabowo Subianto ingin mencapai cita-cita yang tinggi, makanya ia tetap gigih memperjuangkan cita-citanya. Hal ini membuat Prabowo menjadi sosok yang ambisius. Prabowo akan berusaha dengan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya. Ciri lain yang menonjol dalam diri Prabowo Subianto adalah kerja fisik, disiplin yang ketat, keteguhan, kemauan yang kuat, dan keinginan untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Prabowo Subianto sendiri memiliki gaya kepemimpinan yang lebih otoriter, hal ini terlihat pada pengambilan keputusan, Prabowo cenderung banyak mempertimbangkan tetapi pertimbangan ulang didasarkan pada pendapat diri sendiri atau pendapat orang-orang terdekatnya. Alasan paling mendasar adalah bahwa kepemimpinan yang kompeten dapat meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan tugas, karena bawahan harus melakukan tugas secara konsisten, mengikuti aturan dan pedoman yang harus diikuti. Dalam konteks kepemimpinan, seorang pemimpin mengintegrasikan kepentingan yang sejajar. Membiarkan pesan komunikasi bergiliran membentuk pola dialog.
Cocok Kah Kepemimpinan Prabowo Subianto Di Era Milenial?
secara terbuka Prabowo memakai Strategi impersonal commitments. Melalui akun resmi Facebook milik Prabowo, Prabowo mengeluarkan unggahan konten dengan caption “nilai penting sejarah dan keharusan untuk belajar dari sejarah dan meningkatkan diri untuk menghadapi tantangan ke depan”. unggahan ini di publikasi pada tanggal 12 Februari 2019 dengan isi sebuah pentingnya nilai belajar dari sejarah. Dalam unggahan tersebut, Prabowo juga fokus terhadap aspek kepemimpinan yang dimiliki oleh sebuah negara. Oleh karena itu, secara tidak langsung Prabowo mengarahkan kaum millennial untuk memilih pemimpin yang punya potensi dan pengalaman dalam memimpin. Strategi impersonal commitments yang berusaha dibangun dalam unggahan tersebut adalah untuk mendorong kaum millennial bisa berdikari dalam pembangunan bangsa dan terlepas dari penjajahan. Hal ini terlihat dalam komunikasi PILPRES 2019 dengan strategi Compliance gaining, Capres-Cawapres membentuk kanal media yang bertugas untuk menggiring opini generasi millennial agar tertarik. Di era digital, bukan hanya tantangan terhadap ide dan retorika politik, tetapi juga strategi penyebaran konten politik di berbagai media, termasuk kanal media sosial, yang dipandang efektif dan efisien.
Kepemimpinan Situational itu Prabowo Subianto!
Gaya kepemimpinan Prabowo Subianto didasarkan pada kerja keras, disiplin yang ketat, kemauan yang kuat dan keinginan untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Prabowo digambarkan sebagai pribadi yang sangat peduli. Sering berjanji menjadikan Indonesia sebagai “Macan Asia”, mengundang pemodal asing untuk berinvestasi di Indonesia, Prabowo berpikiran terbuka dan luas. Gaya komunikasinya menjadi bagian dari tanggapannya terhadap situasi dan kondisi politik dalam negeri. Sikapnya membawa angin segar bagi situasi politik di Indonesia. Memang, tindakan komunikatif Prabowo Subianto menunjukkan kedewasaan politiknya. Melalui tipe kepemimpinan kedua arah ini, secara tidak langsung menunjukkan bahwa ia merupakan seseorang dengan Tipe Situational Leadership dengan pendampingan Charismatic Leadership Karena dalam mempengaruhi orang lain pada organisasi ketertarikan di butuhkan leader maupun follower untuk menciptakan beragam kemanfaatan yang mengalir ke berbagai arah, memberikan dukungan baik top-down maupun down-top rantai komando, memahami apa yang dibutuhkan oleh pengikut untuk berkontribusi dalam pekerjaan yang paling sesuai dengan yang diharapkan, serta mengidentifikasi perilaku followers yang dinilai sudah tepat atau kurang tepat agar proses kepemimpinan dapat berjalan dengan baik. Hal ini diperkuat oleh Tipologi Followership Zaleznik berfokus pada dinamika bawahan yang dibedakan dengan dua sumbu yaitu dominance-submission yaitu bawahan yang ingin mengontrol atau ingin dikontrol, serta activity-passivity yaitu bawahan yang pasif atau aktif. followers memberikan pengaruh yang kuat dalam sebuah kepemimpinan, dan bagaimana kepemimpinan seseorang juga dapat memengaruhi narasi pengikutnya. akan tetapi latar belakang beliau dari militer merupakan hal yang wajar jika pengalamannya dapat mempengaruhi pada pengambilan keputusan prabowo Subianto cenderung menggunakan gaya yang otoriter lebih dominan karena ia merasa bertanggung jawab atas perintah kepada bawahannya.
Referensi
Akbar, G. M. KEPEMIMPINAN PRABOWO SUBIANTO DI ERA MILENIAL.
LUPITASARI, C. (2014). FORMULASI PERSONAL BRANDING PRABOWO SUBIANTO (Doctoral Dissertation, UAJY).
Kholisoh, N. KOMUNIKASI, PENCITRAAN DAN KEPEMIMPINAN@ 2014.
Ritonga, A. D. (2020). Mencermati Populisme Prabowo Sebagai Bentuk Gaya Diskursif Saat Kampanye Politik Pada Pemilihan Presiden 2019. Politeia: Jurnal Ilmu Politik, 12(1), 1-13.
Chaleff, I. (2009). The Courageous Follower: Standing Up To & For Our Leaders. San Francisco: Berrett-Koehler.
Kellerman B. (2007). What Every Leader Needs To Know About Followers. Harvard Business Review, 85(12), 84–145.
Kellerman, B.L. (2008). Followership: How Followers Are Creating Change And Changing Leaders.
Kelley, Robert E. (1992). The Power Of Followership. New York: Doubleday Business.
Rosani, Siti Asriyani & Tarigan Medianta. Oktober (2019). Validasi Instrumen Followership Model Kelley Versi Indonesia. Vol.3 (2). Halaman 70 – 79.
Patria, L. (2019). FANTASI KELOMPOK PENDUKUNG PRABOWO DI MEDIA SOSIAL PADA DEBAT PEMILIHAN PRESIDEN INDONESIA 2019. Business Economic, Communication, And Social Sciences (BECOSS) Journal, 1(1), 47-58.
Lavenia, C. F., & Santosa, E. (2019). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PERFORMANCE GENDER TERHADAP AKSEPTABILITAS PENGURUS DI PARTAI GERINDRA KABUPATEN SUKOHARJO. Journal Of Politic And Government Studies, 8(04), 81-90.
Jubba, H., Iribaram, S., Pabbajah, M., & Elizabeth, M. Z. (2019). Preferensi Pemilih Muslim Milenial Pada Pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2019. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 3(2), 163-178.
Handini, V. A., Choiriyati, W., & Ali, P. M. (2019, April). Model compliance gaining dalam komunikasi pilpres 2019 bagi milenial di media sosial. In Conference On Communication and News Media Studies (Vol. 1, pp. 103-103).
Kurnia, R. K., & Al-Hamdi, R. (2019). Motif Dukungan Relawan Independen Terhadap Elektabilitas Prabowo-Sandi Pada Pilpres 2019: Studi Atas Gerakan Milenial Indonesia (Gmi) Yogyakarta. Jurnal Politik Profetik, 7(2), 229-249.




Tinggalkan Balasan