Bengkulu, BM – 167 pesilat dari berbagai rayon dan ranting persaudaraan setia hati terate (PSHT) Cabang Bengkulu ikuti kenaikan sabuk putih di Pondok Pesantren Pancasila.
Ketua I PSHT Cabang Bengkulu Yasin Purwinato mengatakan kegiatan latihan bela diri pecak silat hari ini Minggu (18/8) yaitu ada kenaikan sabuk yang terakhir.

“Ya sabuk putih, nantinya akan disahkan sebagai warga seperti kami-kami ini (pelatih,red) pada tanggal 14 September di Gedung Korpri Padang Harapan,” ungkapnya kepada pewarta.
Tahapan sabuk ini, Yasin menjelaskan pertama adalah sabuk hitam polos selama enam bulan, kemudian enam bulan berikutnya naik lagi ke sabuk jambon (merah jambu, red), enam bulan berikutnya naik ke sabuk hijau, dan enam bulan kemudian naik ke sabuk putih.

“Jadi untuk proses latihan itu ada dua tahun sampai selesai disabuk putih tersebut. Untuk materinya ada 90 senam dan jurusnya ada 36,” kata Yasin.
Sistem latihannya, seminggu tiga kali yang dilaksanakan malam hari hingga sampai dua tahun tersebut.
“Di Kota Bengkulu ini tersebar 14 titik latihan untuk rayon, bahkan di Indonesia sudah ada 305 cabang dan diluar negeri sekitar 30 lebih cabang, dan Alhamdulillah ada 6 orang dari PSHT perwakilan Indonesia yang ikut ajang Asean Games kemarin dan mendapatkan medali emas semua,” bebernya.

Yasin berpesan dengan adik-adik pesilat ini agar tau mana yang benar dan mana yang salah serta tau dengan ajaran agama.
“Ajaran silat kita tidak akan lari dari ajaran agama, untuk mengajarkan kebaikan-kebaikan,” imbuhnya.
“Kami mempersilahkan jika ada yang mau bergabung siapa pun orangnya, organisasi ini memang menjadi wadah bagi anak-anak muda, agar terhindar dari kenakalan remaja. Kebetulan para pesilat kita kebanyakan yang ikut dari kalangan pemuda,” tutupnya. (BM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan