Muarabakah, beritamerdekaonline.com — Guna menunjang kesejahteraan masyarakat khususnya pada sektor perekonomian Pemerintah Desa Muara Bakah Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara merencanakan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 untuk merehap total jembatan Desa Sungai Kajang.

Salah satu warga Desa Muara Bakah inisial M mengatakan pada Bmol Minggu 24/04/2022,rencana pembangunan jembatan adalah hasil musyawarah bersama masyarakat tahun 2021, sehingga pembangunan jembatan menjadi prioritas dengan anggaran DD Rp 121.000.000 panjang 20 m lebar 4 m dari material ulin.

Selanjutnya pembongkaran Jembatan Sungai Kajang yang terletak di Rt 1 Jajangkit dimulai bulan Desember thn 2021,namun sampai saat ini sudah memasuki akhir bulan April thn 2022 jembatan yang dibongkar belum dikerjakan, sehingga menimbulkan polemik bagi masyarakat setempat, karena jembatan tidak bisa dilalui masyarakat sebagaimana mestinya.

Miris , Infrastruktur Jembatan   Dibongkar, Menghambat Roda Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Ditempat terpisah Ketua RT 1 Jajangkit Samsuri ketika ditemui Bmol Minggu sore mengatakan bahwa jembatan Kajang benar sengaja dibongkar Pemerintah Desa pada bulan Des tahun 2021 dengan alasan Jembatan rehap total memakai material kayu ulin. Tapi fakta dilapangan sampai saat ini pekerjaan jembatan tidak kunjung tiba.

Samsuri menambahkan akibat kegagalan pembangunan jembatan yang diiming-iming segera direhap total membuat warga bertanya, ” coba bayangkan pembangunan jembatan dianggarkan Thn 2021, sampai saat ini bulan April thn 2022 belum ada tanda- tanda untuk dibangun, kemana dana yang sudah dianggarkan”, pungkas ketua Rt.

Saya sebagai Ketua Rt berharap agar Kepala Desa sebelum berakhir masa jabatannya tahun ini bisa menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut, karena sangat dibutuhkan masyarakat.

Beberapa sumber yang sempat dimintai Bmol terkait pembangunan Desa mengatakan selain terbengkalainya pembangunan jembatan masih ada proyek yang didanai dari Dana Desa yang tidak terealisasi, misalnya penguat sinyal, insentif team posyandu, mandrasah ,ketua lansia dan anggota, dana PMT ( Pemberian Makanan Tambahan ) dan sampai saat ini sudah hampir 7 bulan tidak bisa dibayar Pemerintah Desa.

Gagalnya pembangunan jembatan dan dugaan beberapa kegiatan yang belum terealisasi sampai berita inih diturunkan belum berhasil mendapat tanggapan dari Pemerintah Desa setempat. (car)